
JAKARTA – Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa pihaknya terlibat aktif dalam proyek baterai kendaraan listrik (EV) terintegrasi yang digarap bersama Aneka Tambang (Antam), Indonesia Battery Corporation (IBC), dan Ningbo Contemporary Brunp Legend Co Ltd (CBL) – anak usaha dari raksasa baterai dunia, Contemporary Amperex Technology Co Ltd. (CATL).
Keterlibatan Danantara dalam proyek strategis ini dilakukan melalui IBC, yang merupakan bagian dari Mind ID Group.
“Antam dan IBC merupakan bagian dari Danantara, sehingga sejak awal kami telah aktif dalam pembentukan ekosistem ini. Ini adalah bentuk nyata dukungan kami terhadap program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah,” ujar Dony dalam keterangan resminya, Minggu (29/6).
Ia menegaskan bahwa Danantara menaruh perhatian besar pada proyek ini karena dinilai strategis untuk mewujudkan kemandirian industri baterai nasional.
Terkait pendanaan, Dony menjelaskan bahwa besaran kontribusi Danantara akan disesuaikan dengan kebutuhan modal dari joint venture yang dijalankan oleh IBC. Dana tersebut akan disalurkan melalui induk perusahaan, yaitu MIND ID Group.
“Suntikan dana tergantung dari progres kebutuhan modal di JV melalui IBC. Karena perannya ada di IBC, dan IBC dimiliki oleh MIND ID Group, maka dari MIND ID akan disetorkan ke IBC,” jelasnya.
Proyek ini digadang-gadang sebagai salah satu proyek ekosistem EV terbesar di Asia, dan menjadi tulang punggung hilirisasi industri pertambangan strategis nasional.