
Genre: Action
Sutradara: Joseph Kosinski (Top Gun: Maverick, Tron: Legacy)
Pemeran: Brad Pitt, Damson Idris, Kerry Condon, Javier Bardem
Durasi: 2 jam 36 menit
Distributor: Warner Bros. Pictures
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 25 Juni 2025 (termasuk IMAX)
Salah satu alasan mengapa "Top Gun: Maverick" begitu memukau banyak penonton di seluruh dunia, adalah karena sutradara Joseph Kosinski mampu menempatkan kita di kokpit jet tempur, yang belum pernah ada sebelumnya.
Untuk F1® The Movie, Kosinski ingin melakukan hal yang sama, kali ini, balap mobil. Salah satu produsernya sekaligus pembalap hebat Formula 1® Lewis Hamilton mengatakan, ia belum pernah melihat film yang menangkap pengalaman berada di dalam mobil. "Jadi, itulah tujuannya," kata Kosinski.
Supaya tercapai, Kosinski dan produser jaminan film-film laris Jerry Bruckheimer berusaha membuat tontonan dapat dinikmati di IMAX, layar paling imersif di dunia.
"Hanya ada 20 pembalap Formula 1, dan itulah mengapa ada IMAX—untuk merasakan sesuatu yang tidak akan pernah dialami sebagian besar dari kita," ujar Bruckheimer.
Hebatnya, penonton benar-benar dapat merasa seperti berada di dalam mobil—layar besar, suaranya... melihat mobil-mobil dan drama yang diciptakan. Menjadikan F1® The Movie sebagai pengalaman yang sangat mengasyikkan.
Film ini direkam selama akhir pekan Grand Prix sungguhan saat tim berkompetisi melawan para raksasa olahraga berjulukan jet darat tersebut. "Ini bukan mobil-mobil film yang dibuat agar terlihat seperti mobil balap sungguhan. Ini adalah mobil balap sungguhan sejak awal, yang mampu melaju 300-an km per jam," jelas Kosinski.
Proses produksinya dimulai di sirkuit utama Formula 1: the British Grand Prix di Silverstone; dilanjutkan ke Hungaroring di Hungaria; the Temple of Speed di Monza - Italia; Zandvoort di Grand Prix Belanda; dan sirkuit Suzuka saat Grand Prix Jepang; salah satu lintasan F1 paling banyak diceritakan, Spa, untuk Grand Prix Belgia; Mexico City; Las Vegas; dan finalnya di Abu Dhabi.
F1® The Movie, dibintangi oleh Brad Pitt yang berperan sebagai Sonny Hayes, pembalap fiktif FORMULA 1 paling menjanjikan pada tahun 1990-an, hingga suatu kecelakaan di lintasan, hampir mengakhiri kariernya.
Tiga puluh tahun kemudian, ia menjadi pembalap freelance yang bekerja kontrak di berbagai lintasan. Sonny didekati oleh mantan rekan setimnya Ruben Cervantes (Javier Bardem), pemilik tim FORMULA 1 yang sedang berjuang dan berada di ambang kehancuran.
Ruben yakin, Sonny mampu kembali ke FORMULA 1 untuk satu kesempatan terakhir dalam menyelamatkan tim dan menjadi yang terbaik di dunia. Ia akan berkendara bersama Joshua Pearce (Damson Idris), pendatang baru hebat yang bertekad untuk mengatur kecepatannya sendiri.
Namun saat mesin menderu, masa lalu Sonny mengejar, sekaligus membayang-bayanginya. Sonny menyadari rekan setim di FORMULA 1 sesungguhnya adalah pesaing terberat. Karenanya jalan untuk memperbaiki keadaan sulit, tidaklah dapat dijalani sendirian.
Pelakon utama Brad Pitt menyebut F1® The Movie sebagai pengalaman berkendara paling nyata yang pernah difilmkan. Apalagi Pitt bersama lawan mainnya Damson Idris sungguh mengendarai mobil balap profesional dalam kecepatan tinggi.
"Kekuatan dalam mobil-mobil ini—tikungan berkecepatan tinggi—fisika di dalamnya ingin mencabik kepala dari bahu Anda. Sungguh mengejutkan apa yang dapat dilakukan mobil-mobil ini—dan itu adalah sensasi yang tidak pernah saya alami sebelumnya. Kami tidak dapat menangkapnya dengan cara lain," terang aktor sekaligus produser tersebut.
Menurutnya, keajaiban F1® The Movie ini adalah bagaimana film ini akan menarik perhatian fans berat olahraga ini, dan bagi siapa pun yang belum pernah mendengar Formula 1. “Film ini lucu, agresif, menarik, dan secara mengejutkan mengharukan. Saya menyukai semua karakter ini. Saya pikir film ini sangat menghibur dalam banyak hal,” tutur Pitt.
Selain para pemeran yang tampil impresif dan meyakinkan, hampir setiap pembalap di grid muncul sebentar sebagai cameo, di antaranya:
Lewis Hamilton dan Max Verstappen, Charles Leclerc dan Carlos Sainz, Lando Norris, Fernando Alonso dan Yuki Tsunoda—serta CEO F1 Stefano Domenicali, kepala tim seperti Christian Horner (Red Bull) dan Toto Wolf (Mercedes), tokoh F1 seperti penyiar David Croft, dan Martin Brundle, analis termasuk Will Buxton, serta masih banyak lagi.
F1® The Movie bukan sekadar momen menyenangkan bagi para penggemar—melainkan, cara lain yang dapat dilakukan para pembuat film untuk memberikan suasana keaslian hadir di layar lebar khususnya IMAX.