
JAKARTA – Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Hendropriyono menyatakan bahwa pemerintah siap mendukung berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah, termasuk menyiapkan payung hukum atau regulasi yang dibutuhkan untuk penerapannya.
Hal ini disampaikan Diaz saat menutup rangkaian acara Expo dan Forum Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2025 yang digelar pada 22–24 Juni di Jakarta. Dalam pameran tersebut, sejumlah inovasi teknologi pengelolaan sampah diperkenalkan ke publik.
"Tadi ada beberapa inovasi yang saya lihat, yang belum dipayungi oleh peraturan yang berlaku. Jadi memang inovasi itu pasti akan lebih cepat daripada regulasi," kata Diaz di Jakarta, Selasa (24/6/2025).
Menurut Diaz, diperlukan kepastian itu agar inovasi-inovasi yang dikembangkan tidak sekadar menjadi konsep di atas kertas atau justru terhambat karena tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Hal ini tentunya menjadi pengingat bagi kita, khususnya di pusat, terkait regulasi apa yang perlu kita payungi mengenai inovasi yang sudah ada di sini,," ujarnya.
Lebih lanjut, Diaz juga mengungkapkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan sampah nasional, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo. Ia mengatakan bahwa Krisis sampah menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi Indonesia saat ini.
"Indonesia saat ini sedang krisis sampah dan Presiden memasang target yang cukup tinggi, yaitu 51% pada 2025 untuk penyelesaian sampah dan 2029 sudah 100% terkelola. Semoga acara ini bisa menjadi ajang kolaborasi untuk mencapai target pengelolaan sampah tersebut," kata dia.
Karena itu, Diaz mengatakan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan sampah.
"Acara ini semoga menjadi ajang kolaborasi lintas pihak untuk mencapai target pengelolaan sampah nasional," ucapnya.
Diaz juga mengapresiasi antusiasme tinggi dari peserta maupun pengunjung kegiatan HLH 2025, yang digelar dengan waktu persiapan singkat. Tercatat, lebih dari 110 booth turut ambil bagian dalam pameran, dengan total pengunjung mencapai sekitar 16.000 orang.
Sementara itu, Diaz menyatakan optimisme bahwa acara tersebut dapat menjadi ruang untuk berbagi solusi dan memperkuat kerja sama dalam menjaga lingkungan hidup.
"Saya rasa penyelesaian permasalahan sampah di Indonesia solusinya ada disini semua. Semoga acara ini bukan hanya awal, tapi juga jadi jalan nyata untuk menyelesaikan persoalan lingkungan hidup," pungkasnya.