Menteri LH Ajak Kolaborasi Nasional Atasi Polusi Plastik di HLH 2025

FAZ • Sunday, 22 Jun 2025 - 18:59 WIB

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan bahwa polusi plastik telah berkembang menjadi krisis nasional yang mengancam ekosistem, kesehatan masyarakat, dan masa depan generasi mendatang.

“Polusi plastik bukan sekadar isu lingkungan—ini adalah krisis yang mengancam ekosistem, kesehatan, dan masa depan kita.,” kata Hanif saat membuka acara Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLH) 2025 Expo dan Forum di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, Minggu (22/6/2025).

Peringatan HLH 2025 ini mengusung tema global “Hentikan Polusi Plastik”. Menurut Hanif, tema ini menjadi pengingat bahwa sampah plastik telah berkembang dari masalah lokal menjadi persoalan global yang membutuhkan respons lintas sektor.

“Kita harus bergerak bersama dengan aksi nyata yang kolektif dan kolaboratif,” tambahnya.

Mengutip data global dan nasional yang mengkhawatirkan, Hanif mengatakan pada 2023 saja, Indonesia menghasilkan 10,8 juta ton sampah plastik, dan lebih dari 6 juta ton di antaranya tidak terkelola dengan baik.

“Tanpa intervensi serius, pada 2050 separuh sampah kita akan berupa plastik,” ucapnya.

Untuk itu, KLH/BPLH meluncurkan berbagai kebijakan strategis pengurangan sampah plastik, di antaranya: Pelarangan plastik sekali pakai secara bertahap hingga 2029; Penghentian impor sampah plastik; Penguatan kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR); Pembangunan waste-to-energy di 33 kota besar.

KLH/BPLH juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas terhadap pemerintah daerah yang masih menerapkan open dumping, yang mulai diberlakukan pada Maret 2025.

Selain kampanye kesadaran publik, Expo dan Forum HLH 2025 juga menjadi ajang peluncuran Proper dan Adipura versi terbaru; Sistem penilaian kinerja pemerintah daerah dalam perlindungan lingkungan. 

Langkah ini disebut sebagai sinyal reformasi struktural dalam tata kelola lingkungan hidup nasional.

HLH 2025 digelar pada 22-24 Juni 2025 dan diikuti 78 peserta pameran dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, hingga akademisi.

Selain itu, terdapat pula Forum Rakornas Pengelolaan Sampah yang membahas transformasi kelembagaan, pemanfaatan teknologi, serta skema pembiayaan berkelanjutan dalam penanganan sampah nasional.

Beragam kegiatan publik turut digelar untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, mulai dari jalan sehat, pertunjukan seni, fashion show dari bahan daur ulang, hingga pameran UMKM berbasis reuse dan upcycle.

KLH/BPLH mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini sebagai titik balik.

"Mengubah gaya hidup, memperkuat komitmen, dan mengakhiri ketergantungan pada plastik sekali pakai. Karena hanya dengan kolaborasi nyata, visi Indonesia Bebas Sampah Plastik 2029 bisa terwujud," pungkas Hanif.