Magang Berdampak 2025, Siapkan Mahasiswa Jadi Pelaku Perubahan

AKM • Monday, 16 Jun 2025 - 22:02 WIB
Wamendiktisaintek Stella Christie Berikan Sambuatan Dalam Acara Program Magang Berdampak 2025 (Istimewa)

Jakarta - Kementerian  Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), secara resmi meluncurkan Program Magang Berdampak 2025 di Jakarta, Senin (16/6). 

Program yang sebelumnya dikenal sebagai Magang Merdeka itu diluncurkan kembali sebagai bagian dari konsep besar Diktisaintek Berdampak dan Kampus Berdampak.

Dalam peluncuran program ini, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek). Brian Yuliarto mengatakan program ini dirancang bukan semata-mata untuk meningkatkan angka partisipasi magang, tapi juga untuk menyiapkan mahasiswa menjadi pelaku perubahan. 

“Kita tidak hanya mencetak lulusan, tetapi agen perubahan yang memiliki kepekaan sosial, keterampilan profesional, dan daya saing global,” ujar Menteri Brian 

Peluncuran ini sekaligus menandai dimulainya tahapan implementasi program yang telah dipersiapkan sejak awal tahun 2025. Program ini merupakan jawaban atas transformasi pendidikan yang menuntut mahasiswa tidak lagi hanya berkutat di ruang kuliah dan teori semata.

“Mahasiswa perlu diberikan ruang untuk terlibat langsung dalam dunia kerja, menyelesaikan masalah nyata, serta membangun jejaring profesional lintas sektor. Program ini bukan sekadar magang biasa, melainkan bagian dari strategi besar Kampus Berdampak yang memadukan pembelajaran berbasis pengalaman, kontribusi sosial, dan koneksi antara kampus dengan dunia kerja,” jelas Menteri Brian.

Sementara itu,  dalam sambutannya, Wamendiktisaintek Stella Christie menekankan program ini merupakan pengejawantahan bahwa kontribusi perguruan tinggi tidak boleh berhenti di ruang-ruang akademik.

"Perguruan tinggi harus hadir di tengah masyarakat, menjadi motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi. Dan oleh karena itu, kami dan kita semua ingin mencetak lulusan yang tidak hanya umur secara konseptual, tapi juga memiliki kapabilitas nyata dalam menciptakan solusi dan perubahan dunia nyata," katanya.

Wamendiktisaintek menekankan program ini bukan sekadar melanjutkan program sebelumnya, tetapi lebih konkret, kontekstual, relevan, dan lebih berorientasi kepada hasil.

"Program ini dilancarkan agar mahasiswa mengalami proses belajar yang utuh, langsung dari lapangan, menghadapi tantangan nyata, dan membangun jaringan profesional sejak dini," lanjutnya.

Menurut Stella, dibutuhkan adanya gerakan, upaya, serta tindakan yang strategis dan signifikan, agar kurikulum di perguruan tinggi bisa mengejar kebutuhan industri.

Oleh karena itu, Stella berharap Program Magang Berdampak mampu menjembatani antara kebutuhan perguruan tinggi dan industri, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Seperti diketahui, hingga kini terdapat setidaknya 17 mitra dalam program ini, di antaranya seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Perpustakaan Nasional, serta berbagai perusahaan swasta di bidang logistik, layanan teknologi informatika, ritel, agensi, perbankan dan keuangan, dan lain-lain.

Program ini mulai membuka pendaftaran mahasiswa calon peserta magang pada 16 Juni sampai dengan 11 Juli 2025. Pelaksanaan magang akan dimulai sejak 4 Agustus sampai dengan 22 Desember 2025. Mahasiswa yang mendaftar akan melalui proses seleksi dan pembekalan, didampingi dosen pembimbing lapangan, serta memperoleh bantuan biaya hidup. Evaluasi program akan dilakukan secara berkala, mulai dari laporan kegiatan mahasiswa hingga pelaporan dari mitra dan perguruan tinggi. Pada akhir program, seluruh peserta akan mengikuti proses mobilisasi kepulangan dan penyusunan laporan akhir.