Alumni ITB Miliki Potensi Besar untuk Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Memajukan Bangsa

ANP • Sunday, 15 Jun 2025 - 13:59 WIB

JAKARTA – Pemerintah memerlukan mitra strategis yang tepat dari kalangan masyarakat, khususnya para alumni perguruan tinggi dalam memajukan bangsa.

Hal tersebut terangkum dari bincang-bincang media dengan Agung Aswamedha, seorang alumni ITB angkatan 2002, saat ditemui di Indo Defence Expo & Forum 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jum’at (13/6).

“Ikatan Alumni ITB memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi mitra strategis pemerintah,” ujar Atep (panggilan akrab Agung Aswamedha).

Potensi besar Alumni ITB jadi mitra strategis

Ia mengungkapkan lebih jauh bahwa para alumni ITB memiliki keunggulan dalam bidang riset, pendidikan, dan teknologi, baik yang ada di kampus maupun di institusi-institusi lainnya.

“Potensi alumni ITB sangat luar biasa. Mereka leading di banyak bidang—mulai dari industri, penelitian, perbankan, hingga pemerintahan—baik yang berkarier di dalam negeri maupun di luar negeri,” Atep menjelaskan.

Dengan potensi itu, ia menambahkan, “Saya percaya bahwa alumni ITB memiliki akses yang kuat, jejaring yang luas, baik nasional maupun internasional.”

Seiring dengan agenda pemerintah

Atep mengutarakan bahwa beberapa produk peralatan dan sitem industry pertahanan dari dua perusahaan yang ia dirikan di Indo Defence 2025 menjadi contoh kemitraan dengan beberapa instansi penelitian pemerintah.

“IP (intellectual property) software drone VTOL ini paling tinggi muatan lokal karena kami kerjakan bersama-sama dengan BRIN. Software ini mampu menghubungkan beberapa drone ke dalam satu sistem” kata Atep.

Berbekal kiprah dan kompetensinya dalam memajukan teknologi pertahanan yang kental dalam kemitraan dengan Lembaga pemerintah membuat Atep berani untuk menjadi calon Ketua Ikatan Alumni (IA) ITB periode 2025 – 2029.

“Komitmen kami dalam pencalonan Ketua Umum IA-ITB ini adalah menyelaraskan semua potensi yang saya sebutkan tadi ini menjadi satu kesatuan, dan berjalan seiring dengan agenda-agenda pemerintah,” tegasnya.

Keguyuban dan circle jadi modal dasar

Dengan potensi besar para alumni ITB itu, kata Atep lagi, “Kita bisa bergerak secara bersama-sama. Artinya keguyuban adalah modal dasar yang sangat penting.”

Hal yang lain yang ia tekankan adalah tentang circle yang harus dimiliki dan dibangun antar alumni ITB.

“Semua potensi yang dimiliki para alumni ITB bisa kita rekatkan dalam satu circle yang kuat. Artinya satu sistem kepercayaan (trust system) yang kokoh, dengan satu tujuan yang jelas!” tukas Atep yang dalam pemilihan Ketua IA-ITB memakai atribut nomor satu.***