
JAKARTA – Dalam rangka memperkuat nilai-nilai Pancasila hingga ke batas terdepan Indonesia, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. melakukan kunjungan kerja ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota, Merauke, Papua Selatan, Sabtu (14/6/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda prioritas kelembagaan untuk memahami langsung dinamika dan kebutuhan masyarakat di kawasan perbatasan, serta memastikan layanan kepada masyarakat hadir secara nyata.
“Salah satu tugas astacita Presiden Prabowo adalah penguatan ideologi Pancasila. Pesan utama dari Ibu Ketua Dewan Pengarah, Ibu Megawati Soekarnoputri, agar BPIP turun ke lapangan, tidak hanya menerima laporan,” ujar Prof Yudian dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Sabtu (14/6/2025).
“Kita harus melihat langsung betapa luas dan beragamnya wajah Indonesia, agar kebijakan yang kami rumuskan benar-benar berangkat dari kenyataan”, tambahnya.
Kepala BPIP menegaskan, kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya strategis belanja masalah yang nantinya akan dibawa pulang dan menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan ideologis. Sebelumnya, BPIP juga telah mengunjungi PLBN Entikong dan PLBN Skouw. Di Entikong, BPIP membangun Perpustakaan Pancasila untuk mendukung literasi ideologi Pancasila di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Sementara di Skouw, Papua, aspirasi masyarakat agar sosialisasi Pancasila dilakukan secara langsung direspons dengan rencana kegiatan lanjutan.
Dalam kunjungan ini, Kepala BPIP juga mengusulkan agar ikon lokal seperti kangguru Papua ditampilkan di PLBN Sota, baik dalam bentuk hewan asli maupun replikanya. “Ini penting sebagai pengingat bahwa Indonesia juga memiliki kekayaan hayati yang unik, bukan hanya Australia. Identitas itu penting dalam memperkuat nasionalisme,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala PLBN Sota, B. Mathilda Pusung menjelaskan, PLBN ini telah diresmikan sejak 3 Oktober 2021, dan melayani aktivitas lintas negara yang cukup aktif. Dari Januari hingga Mei 2025, tercatat sebanyak 2.085 orang melintasi PLBN ini, mayoritas merupakan warga negara Papua Nugini (PNg) yang datang untuk berbelanja kebutuhan pokok di wilayah Indonesia. Rata-rata pelintas per hari mencapai 30 orang.
“Ekspor dari Indonesia ke PNg melalui PLBN Sota mencapai Rp437 juta, dengan komoditas utama berupa sandang dan pangan. Sedangkan impor mencapai Rp41 juta, berupa hasil hutan, ikan, dan satwa,” ungkap Mathildq.
Tak hanya fungsi ekonomi, PLBN Sota juga menjadi pusat pelayanan lintas batas, termasuk akses kesehatan. Warga PNg yang sakit dan membutuhkan rujukan ke rumah sakit di wilayah Indonesia akan difasilitasi sesuai prosedur. Selain itu, PLBN Sota juga berperan sebagai destinasi wisata, tercatat 16.640 pengunjung datang pada periode Januari–Mei 2025, baik dari Merauke maupun luar daerah.
Diakhir kunjungan, Kepala BPIP berharap agar seluruh layanan di PLBN Sota terus ditingkatkan.
“Negara harus hadir sampai ke titik terdepan. Jangan sampai masyarakat perbatasan merasa terpinggirkan. Ideologi Pancasila harus menjadi jembatan keadilan dan kemajuan bagi seluruh anak bangsa dari Sabang sampai Sota”, tutupnya.
Di akhir kunjungan kerjanya, Kepala BPIP didampingi Deputi Bidang Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Ir. Prakoso, M.M., Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP, Dr. Adhianti, S.IP., M.Si., dan Direktur Jaringan dan Pembudayaan BPIP, Toto Purbiyanto, S.Kom., M.Ti. melakukan penanaman pohon di beranda timur PLBN Sota.