
JAKARTA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) membuka kerja sama strategis dengan Yayasan Pendidikan Islam di Tanah Papua (YAPIS Papua) untuk memperluas jangkauan sosialisasi nilai-nilai Pancasila melalui dunia pendidikan, khususnya di wilayah perbatasan dan daerah pelosok Papua.
Kepala BPIP, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa mahasiswa Papua dapat menjadi ujung tombak dalam menyebarkan semangat kebangsaan dan ideologi negara melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pancasila.
“Mahasiswa adalah agen perubahan. Mereka bisa hadir langsung di tengah masyarakat, memberikan sosialisasi dan motivasi kebangsaan. Di perbatasan seperti PLBN Skouw, masyarakat sangat membutuhkan penguatan wawasan kebangsaan,” jelas Yudian dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Jumat (13/6/2025).
Kepala BPIP menegaskan bahwa seluruh kerja sama yang dibangun akan dijalankan melalui skema program, mengingat lembaga ini tidak memiliki kewenangan penyaluran dana langsung. Namun demikian, ruang kolaborasi terbuka luas melalui berbagai inisiatif seperti program Maheswara, pelatihan khusus bagi dosen agar berwenang mengajar mata kuliah Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi.
Sementara itu, Sekretaris Umum YAPIS Papua, Heri Wahyudianto menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh langkah BPIP dalam memperkuat karakter kebangsaan melalui jalur pendidikan. YAPIS Papua, yang saat ini menaungi 180 unit pendidikan dan 6 perguruan tinggi, merupakan satu-satunya yayasan pendidikan Islam yang berdiri sejajar dengan yayasan Protestan, Katolik, dan Advent di tanah Papua.
“Hubungan antaragama di Papua sangat damai. Kami menyebutnya agama bersahabat. Kami ingin mahasiswa kami juga terlibat dalam penguatan Pancasila yang damai dan menyentuh masyarakat,” ujarnya.
Sekretaris Umum YAPIS Papua juga menginformasikan rencana pengembangan dua kampus baru, Sekolah Tinggi Keperawatan di Timika dan Sekolah Tinggi Hukum Bisnis di Nabire. Kehadiran institusi ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan pendidikan di daerah pertambangan dan pesisir.
Langkah sinergi antara BPIP dan YAPIS Papua ini dinilai penting, mengingat tantangan kebangsaan di Papua tidak hanya bersumber dari luar, tetapi juga dari keteladanan dan pembinaan ideologi di level akar rumput.
BPIP berharap kerja sama ini akan menghasilkan penguatan nilai-nilai Pancasila secara partisipatif, dengan menjadikan pendidikan dan kebudayaan lokal sebagai landasan pendekatan.
Lawatan ke kampus Yapis Papua ini diakhiri dengan penandatangan MoU oleh Deputi Bidang Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Ir. Prakoso, M.M. dan Rektor Universitas Yapis Papua, Dr. Ir. Didik S.S Mabui, S.T., M.T., IPM. Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Jaringan dan Pembudayaan sekaligus Plt. Direktur Hubungan Antarlembaga dan Kerjasama BPIP, Toto Purbiyanto, S.Kom., M.Ti. serta para civitas akademika Universitas Yapis Papua.