
JAKARTA — Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Kodam VI/Mulawarman terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan program ketahanan pangan sebagai bentuk implementasi nyata nilai-nilai Pancasila dalam tindakan. Kepala BPIP mengunjungi langsung lahan pertanian, peternakan, dan perikanan di Kecamatan Manggar, Kota Balikpapan dan turut melibatkan Kelompok Tani Etam Subur Sejahtera yang menjadi ujung tombak pelaksanaan pertanian terpadu.
Kepala BPIP, Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
"Kami membantu pengadaan air sebagai sumber kehidupan. BPIP memberikan stimulus berupa 10 pompa air yang diharapkan dapat menjadi dorongan bagi TNI bersama masyarakat untuk mengembangkan lahan yang luas dan potensial ini," ujar Prof Yudian dalam keterangannya diterima di Jakarta, Kamis (5/6/2025).
Prof. Yudian juga menegaskan bahwa pelaksanaan program ini sangat menjanjikan karena didukung tiga faktor penting, yakni ketersediaan lahan yang luas, keragaman produksi (perikanan, peternakan, dan pertanian), serta penanganan profesional oleh TNI yang terbiasa dengan kedisiplinan dan ketepatan kerja.
Selain itu, Deputi Bidang Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Ir. Prakoso, M.M., mengungkapkan optimismenya atas model pertanian terpadu yang diterapkan.
"Kita melihat sendiri, 1 los ada sekitar 1.000 ayam, berarti total 3.000 ayam petelur yang akan mulai bertelur di usia 18 minggu dan produktif selama dua tahun. Ini bagian dari penyediaan ketahanan pangan yang bisa mencukupi kebutuhan hewani maupun nabati di Kalimantan Timur," kata Prakoso.
Menurutnya, wilayah ini bisa menjadi contoh kemandirian pangan yang modern, sehingga nantinya kebutuhan telur, ayam, sayur, buah, dan ikan tidak perlu lagi didatangkan dari luar daerah.
"Inilah pilot project yang bisa dikembangkan lebih luas lagi di Kalimantan, sebagaimana amanat Presiden Prabowo Subianto bahwa kemandirian pangan adalah salah satu pilar utama Indonesia Raya," tambahnya.
Kapaldam Kodam VI/Mulawarman Balikpapan, Kol. Antoni Sinaga yang turut mendampingi kunjungan Kepal BPIP menegaskan, tujuan utama dari pertanian terpadu ini adalah mendukung program makan bergizi gratis serta memberikan nilai tambah sebagai destinasi wisata edukatif bagi masyarakat Balikpapan.
Sementara itu, Rita selaku Koordinator Kelompok Tani Etam Subur Sejahtera, menyampaikan harapannya agar pertanian dan perikanan di daerah tersebut terus berkembang dengan bantuan dari BPIP.
"Kami sangat antusias dan ingin menjadikan tempat ini sebagai lokasi edukasi pertanian ke depan. Program Prabowo sangat membantu poktan kami menjadi lebih maju dan terarah," ujarnya.
Kelompok Tani Etam Subur Sejahtera yang menaungi 7 poktan dengan total anggota 21 orang telah mengelola 90 hektare lahan dari total 1.000 hektare yang tersedia. Program perikanan seperti budidaya lele telah berjalan 4 bulan dan mencatatkan hasil penjualan 3-4 ton yang dipasarkan hingga ke Tarakan. Kelompok ini juga memproduksi pelet sendiri sebagai bagian dari sistem pertanian berkelanjutan.
BPIP berkomitmen melanjutkan dukungannya dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila melalui penguatan sektor pangan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan kemandirian bangsa.
Bersama para petani, Kepala BPIP beserta jajaran dan para anggota TNI menanam pohon buah-buahan di area pertanian untuk menunjang kemandirian pangan masyarakat setempat.
Sebagai informasi, turut hadir dalam kunjungan lapangan tersebut, Direktur Sosialisasi dan Komunikasi BPIP, Direktur Pengendalian BPIP, dan Dandim Kodam VI/ Mulawarman Balikpapan.