
Genre: Action
Pemain: Ana de Armas, Keanu Reeves, Anjelica Huston, Ian McShane
Sutradara: Len Wiseman
Distribusi: Lionsgate
Durasi: 125 menit
Tayang 6 Juni 2025 di Seluruh XXI Indonesia
Ballerina membawa kita ke sisi lain semesta pembunuh bayaran yang gelap, misterius, dan penuh aturan tak tertulis. Namun kali ini, pembunuhnya bukan pria berjubah hitam. Melainkan seorang perempuan, penari, dan eksekutor kelas berat!
Eve Macarro (Ana de Armas), seorang penari balet dari kelompok kriminal Ruska Roma, hidup dalam bayang-bayang dendam setelah keluarganya dibantai tepat di depan matanya. Eve berlatih keras untuk menjadi kuat, hingga ia bertemu kembali dengan sekelompok orang yang bertanggung jawab atas kematian ayahnya.

Plot utama film ini memang pembalasan dendam yang dilakukan Eve Macarro terhadap organisasi yang disebut sekte pembunuh. Meski begitu, perjalanan Eve untuk sampai pada tujuannya serasa menyenangkan untuk diikuti, ibarat melihat perkembangan karakter dengan lambat namun sampai pada level yang memuaskan.
Sudah digadang-gadang sebagai penerus John Wick versi Perempuan, Eve Macarro yang merupakan seorang Ballerina justru memukau dengan ciri khas dan keanggunannya saat bertarung. Kompleksitas pertarungan yang dilakukan dengan cantik namun brutal dan mematikan sungguh menjadikan Ballerina sebuah tontonan aksi yang menyegarkan dan memikat.
Setiap gerakan Eve bukan hanya sekadar serangan fisik, tapi juga sebuah seni, koreografi pembunuhan yang menyeimbangkan antara keindahan dan kebrutalan kejam. Film ini berhasil menggabungkan estetika balet dengan dunia gelap penuh intrik dan kekerasan dari semesta John Wick.


Berbicara tentang John Wick, tentu kemunculannya menjadi salah satu momen yang paling ditunggu oleh para penggemar. Namun yang mengejutkan, Ana de Armas sama sekali tidak tenggelam oleh bayang-bayang Keanu Reeves. Hadirnya John Wick justru terasa sebagai pelengkap, bukan pengalih. Sorotan tetap tertuju pada Eve Macarro—tokoh utama yang tampil kuat, anggun, dan memikat sejak awal hingga akhir film.
Kehadiran John Wick di film ini terasa tepat guna: ia memperkuat koneksi pada semesta film ini, memberi rasa familiar bagi fans, namun tetap memberi ruang penuh bagi Eve untuk bersinar. Dengan kata lain, Ballerina bukan sekadar spin-off, tapi lahir sebagai entitas yang pantas berdiri sejajar dengan film-film utama John Wick.
Dengan dukungan visual yang memukau dan alur cerita yang menggugah, From the World of John Wick: Ballerina membuktikan bahwa seorang eksekutor bisa tampil elegan tanpa mengurangi daya hantamnya. Ana de Armas tampil sebagai sosok yang tak hanya kuat secara fisik, tapi juga punya kedalaman emosional yang membuat penonton benar-benar peduli pada perjalanan karakternya.
Pendengar Trijaya sudah bisa menyaksikan perjalanan Eve Macarro serta kemunculan pertama John Wick bukan sebagai tokoh utama mulai 6 Juni 2025 di seluruh XXI Tanah air. (AYN)