Datangi KPK, Pelapor Minta Presiden Berikan Perhatian Untuk Kasus Dugaan Suap DPD RI

AKM • Tuesday, 3 Jun 2025 - 20:48 WIB
Mantan staf  anggota DPD RI Muhammad Fithrat irfan bersama kuasa hukumnya  Aziz Yanuar  (Istimewa)

Jakarta- Mantan staf anggota DPD RI Muhammad Fithrat irfan bersama kuasa hukumnya  Aziz Yanuar kembali memdatangi Gedung KPK. Hal ini terkait pelaporan dugaan kasus suap DPD  yang melibatkan 95 Senator dalam pemilihan pimpinan DPD RI dan wakil ketua Mpr Ri unsur DPD Ri 

Aziz Yanuar selaku kuasa hukum irfan menjelaskan jawaban dari surat itu Pelapor Kasus suap  DPD RI, Irfan diminta untuk mendatangi Kantor KPK Ri bertemu dan berkordinasi lebih lanjut dengan Deputi Bidang Informasi dan data untuk menanyakan kelanjutan perkembangan dari laporan suap DPD RI

“Setelah sebelumnya  pihak Dumas KPK telah menaikan nota dinas kepada pimpinan kpk ri . Atas  balasan aduan surat Irfan ke dewas KPK,”’ujar Azis dalam keterangan tertulis kepada Media, Jakarta, Selasa (3/6).

Menurut Azis, KPK memiliki birokrasi complex,  sebab  pihaknya datang ke KPK tapi ternyata setelah menunggu 3 jam diarahkan ke dumas KPK lagi.

“Karna disini kita ada 2 objek yang pertama kita mempermasalahkan tentang laporan di dumas yang tak kunjung naik prosesnya pada saat itu . Akhirnya sudah naik ke pimpinan KPK .Jadi sekarang bola berada di tangan pimpinan kpk terkait dengan pelaporan client kami ,”  jelasnya.

Sementara itu, Irfan menyatakan bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila kemarin di Gedung Pancasila yang beredar video tentang pidato kepresidenan itu yang mendukunh usaha anak muda dalam memberantas korupsi 

Irfan menagih janji presiden prabowo subianto untuk menawarkan dirinya mewujudkan program astacita presiden no.7 yang melibatkan Anak Muda untuk memberantas korupsi 

“!Saya menagih janji presiden Prabowo untuk melibatkam Anak Muda berantas korupsi,” pintanya.

Seperti diketahui. Mantan staf anggota DPD,  Irfan mulai laporkan suap DPD Ri dari 06 Desember 2024 Dari data yang dimilikinya irfan menduga selain 8.000 ribu dollar amerika serikat dan 10.000 ribu dollar singapore yang dibagikan tiap anggota dari 95 senator yg menerima suap. Ada sejumlah 100.000 dollar singapore senilai 1 Milliar dalam mata uang rupiah yang diberikan untuk tiap kandidate yang memiliki suara konstituen di putaran pertama sebagai ganti barter untuk memenangkan pasangan lain di putaran kedua .