Edukasi investasi Pasar Modal Bagi Mahasiswa, Untar Gelar Youth Investment Summit 2025

AKM • Tuesday, 3 Jun 2025 - 19:31 WIB
Rektor Untar, Prof. Amad Sudiro Berikan Sambutan acara Youth Investment Summit 2025 (Istimewa)

Jakarta - Dalam meningkatkan pemahaman Mahasiswa  dalam investasi pasar modal, Universitas Tarumanagara (Untar) melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menggelar acara Youth Investment Summit 2025 bertema “Smart Investing in the Digital Era: Beyond Profit, Toward Purpose”. 

Rektor Untar, Prof. Amad Sudiro mengatakan tujuan utama acara ini adalah untuk menyosialisasikan pentingnya investasi pasar modal yang terkarier dan terinstitusionalisasi, terutama sebagai bagian dari proses pembelajaran. 

“Kami ingin mahasiswa mendapatkan pencerahan langsung dari para praktisi yang kompeten di bidangnya,” ujar prof. Amad Sudiro,, di Kampus Untar, Jakatta, Senin (2/6).

Amad menyebut Youth Investment Summit juga merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun Yayasan Tarumanagara dan Universitas Tarumanagara. Selain itu, acara ini dirancang untuk mengenalkan cara berinvestasi yang tepat dan rasional kepada para mahasiswa. 

“Kami berharap kegiatan ini bisa membentuk pola pikir mahasiswa agar tidak mudah tergiur dengan investasi yang tidak masuk akal,” imbuhnya.

Amad mengatakan materi pasar modal telah menjadi bagian dari kurikulum FEB sejak lama, yang diajarkan oleh dosen-dosen yang juga merupakan praktisi. 

“Sebelum mahasiswa berinvestasi, mereka harus tahu dulu apa yang perlu diperhatikan. Di kelas, kami berikan bekal teori, dan melalui kegiatan seperti ini, mereka bisa melihat langsung praktiknya,” jelas dia. 

Prof. Amad mengungkapkan Untar rutin lakukan evaluasi  kurikulum dan mengintegrasikan pembelajaran berbasis praktik sebagai respons terhadap perubahan yang cepa

 “Kami tidak hanya mengandalkan teori, tetapi juga memberikan pembekalan dari praktisi yang terlibat dalam team teaching. Sehingga mahasiswa bisa memahami hubungan nyata antara dunia akademik dan dunia industri,” ungkapnya.

Amad memilai  maraknya investasi bodong yang masih menjebak masyarakat, terutama anak muda harus diantispias dengan sikap kehati-hatian.

“Banyak investasi yang menawarkan keuntungan tidak masuk akal. Di sinilah pentingnya sikap kehati-hatian. Kita harus bisa menilai apakah sebuah tawaran itu logis atau tidak,” pintanya.

Ia mengingatkan investasi yang benar pasti memiliki risiko.

"Penting bagi investor pemula mempelajari risiko tersebut secara cermat sebelum mengambil keputusan," tandasnya.

Investasi Butuh Waktu

Sementata itu, Investor saham senior Indonesia, Lo Kheng Hong, mengingatkan generasi muda, terutama mahasiswa, untuk tidak mudah tergiur dengan janji keuntungan cepat dalam berinvestasi. Menurutnya, kunci utama sukses di pasar modal adalah kesabaran dan pemahaman mendalam terhadap mekanisme investasi.

“Jika kalian ingin berinvestasi di bursa saham, itu butuh waktu dan tidak bisa instan. Saya datang ke sini untuk berbagi pengalaman saya selama 36 tahun berinvestasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Harapannya, materi yang saya sampaikan bisa menjadi pembelajaran nyata bagi adik-adik semua,” jelas Lo Kheng Hong 

Ia mengibaratkan investasi saham seperti menanam kelapa sawit, yang memerlukan waktu dan perawatan sebelum membuahkan hasil.

“Kita beli perusahaan bagus dan murah, lalu menunggu dengan sabar sampai kembali ke harga wajarnya. Seperti menanam kelapa sawit, tidak bisa langsung berbuah, butuh waktu dan perawatan hingga lima tahun,” ungkapnya.

“Kalau orang mau cepat kaya, bisa jadi malah cepat miskin," katanya.

Lo Kheng Hong juga menekankan pentingnya edukasi investasi sejak usia muda. Menurutnya, potensi kekayaan yang beredar di Bursa Efek Indonesia sangat besar.

“Di BEI ada banyak uang, bahkan hingga puluhan ribu triliun. Kalau ingin kaya, ya harus tahu cara berinvestasi di pasar saham Indonesia,” tegasnya.

Acara Youth Investment Summit 2025  menghadirkan praktisi ternama di bidang investasi, antara lain Lo Kheng Hong (Investor Saham), Chris Apriliony (Founder Beststockpick), Hadi Cahyadi (Founder Helios Capital), serta Dekan FEB Untar Sawidji Widoatmodjo. Kehadiran para pembicara memberikan wawasan langsung mengenai dunia investasi dan praktik pasar modal di era digital, yang kini semakin diminati oleh generasi muda.

Seminar tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, tetapi juga dari berbagai fakultas lain di lingkungan Untar. Kehadiran peserta lintas disiplin menunjukkan literasi keuangan adalah kebutuhan bersama yang relevan untuk semua kalangan.