Peringatan 80 Tahun Hari Lahir Pancasila: Momentum Memperkokoh Ideologi Menuju Indonesia Raya

FAZ • Tuesday, 3 Jun 2025 - 07:21 WIB

Jakarta – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-80 tahun dengan penuh khidmat di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta, pada Senin (2/6).

Mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”, peringatan ini menjadi penegasan kembali komitmen nasional terhadap nilai-nilai luhur Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertindak sebagai Inspektur Upacara dan didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hadir pula Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 RI Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, serta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Dr. (H.C.) Muhammad Jusuf Kalla.

Upacara ini juga dihadiri oleh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, para duta besar, perwakilan negara sahabat, serta undangan dari berbagai kalangan. Masyarakat di seluruh Indonesia dan diaspora di luar negeri turut menyaksikan rangkaian upacara melalui siaran televisi nasional dan media streaming daring.

Rangkaian acara dimulai dengan masuknya Komandan Upacara, Kolonel Mar Ahmad Hadi Al-Hasny, ke lapangan. Setelah laporan upacara, Presiden Prabowo memimpin penghormatan kebesaran dan mengheningkan cipta.

Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani membacakan Teks Pancasila, sementara Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin membacakan Teks Pembukaan UUD 1945. Doa disampaikan oleh Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed., Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Kepala BPIP Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa tema tahun ini bertujuan untuk menegaskan pentingnya internalisasi nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa.

“Melalui tema ini, kami ingin menegaskan bahwa Pancasila adalah pondasi moral dan etika bagi seluruh penyelenggara negara. Pancasila harus menjadi pedoman dalam membangun integritas, profesionalitas, serta mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ujarnya.

Yudian juga menyerukan pentingnya mengenang sejarah dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila lintas generasi.

“Hari ini, kita memperingati 80 tahun Hari Lahir Pancasila. Ini adalah momen historis yang menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tapi juga pandangan hidup bangsa. Nilai-nilainya harus terus diamalkan oleh setiap anak bangsa,” pungkasnya.

Dengan peringatan ini, diharapkan semangat persatuan, gotong royong, dan keadilan sosial yang diusung Pancasila semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat, sekaligus menjadi pijakan kokoh dalam mewujudkan Indonesia Raya yang berdaulat, adil, dan makmur.