
JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq memberikan teguran keras terhadap perusahan yang terbukti lalai dalam menjalankan tanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan.
Hanif meminta perbaikan operasi perusahaan untuk menekan praktik yang berdampak pada lingkungan dan masyarakat.
“Jika industri tidak disiplin, maka rakyat yang menanggung akibatnya. Saya minta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan ini (Morowali) untuk segera berbenah. Kami tidak akan ragu memberikan sanksi bagi yang melanggar,” kata Menteri Hanif dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Sabtu (31/5/2025).
Hal tersebut disampaikan Hanif saat melakukan kunjungan kerja ke Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Kamis (29/5). Kunjungan dilakukan ke sejumlah titik termasuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bahomakmur milik PT IMIP, area terdampak banjir di PT ONI, dan unit smelter PT ITSS yang sebelumnya mengalami ledakan.
Di TPA Bahomakmur, ditemukan praktik open dumping yang berisiko mencemari tanah dan air. Di kawasan PT ONI, air banjir dialirkan langsung ke laut tanpa pengendalian limbah memadai. Sementara itu, PT ITSS tercatat memiliki 26 sumber emisi tak bergerak, namun hanya sebagian yang diawasi melalui sistem Continuous Emission Monitoring System (CEMS).
“Ini bukan hanya soal pelanggaran administratif. Ini soal nyawa, soal masa depan lingkungan, dan soal tanggung jawab. Negara akan hadir lebih kuat dan lebih tegas,” ujar Hanif dalam peninjauan tersebut.
Usai meninjau kawasan industri, Hanif juga mengunjungi desa-desa terdampak banjir di Desa Labota, Kecamatan Bahodopi yang berdekatan dengan wilayah perusahaan.
Dalam kunjungan tersebut, dia menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak lingkungan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Pihaknya memastikan akan memberikan teguran keras kepada perusahaan yang terbukti lalai dalam menjalankan tanggung jawab pengelolaan lingkungan secara benar.
"Kepatuhan terhadap lingkungan bukan hanya kewajiban hukum, tapi tanggung jawab moral kita bersama. Mari jaga bumi Morowali ini agar tetap layak dihuni dan lestari untuk generasi mendatang," ucap Hanif.
Lebih lanjut, Menteri Hanif menegaskan pentingnya tata kelola industri yang mengutamakan keselamatan manusia dan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Ia menyatakan bahwa negara tidak akan membiarkan pengabaian regulasi lingkungan berlangsung terus-menerus.
“Negara tidak boleh lengah. Kita hadir untuk memastikan bahwa keselamatan lingkungan dan manusia menjadi prioritas. Tidak boleh lagi ada bencana akibat abainya tata kelola industri terhadap lingkungan,” pungkas Hanif.