.jpg)
Jakarta - Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2025 kembali digelar di JIExpo Kemayoran, Jumat-Minggu (30/5-1/6 2025). Tahun ini menjadi sangat spesial karena menandai 20 tahun perjalanan festival jazz terbesar di belahan bumi selatan ini.
Dengan panggung-panggung yang telah berdiri kokoh dan area festival yang sepenuhnya siap, perayaan dua dekade ini menghadirkan momen istimewa yang akan dikenang oleh penggemar musik dari seluruh dunia.
Presiden Direktur Java Festival Production Dewi Gontha menyampaikan, “Kami sangat bersyukur dapat merayakan 20 tahun Jakarta International BNI Java Jazz Festival. Sungguh mengharukan sekaligus membanggakan melihat begitu banyak artis yang telah tumbuh bersama kami kembali tampil tahun ini."
Dengan semua panggung yang telah berdiri dan persiapan akhir, penyelenggara merasa tidak sabar untuk menyambut para penikmat musik akhir pekan ini. Dukungan yang tak lekang oleh waktu dari para sponsor, mitra, institusi pemerintah lokal dan nasional serta para musisi, menandakan kekuatan dari kolaborasi- upaya yang saling bersatu, telah membawa festival ini sampai ke titik ini.
Pada hari pertama, Jumat (30/5) malam, musisi Jacob Collier yang telah memenangkan enam Grammy Awards dan 15 nominasi, termasuk Album of the Year pada tahun 2021 dan 2025, siap menghibur penonton di BNI Hall.
Musiknya telah dipuji oleh para kritikus dan penonton, dengan lebih dari 100 kolaborator di seluruh dunia. Pada tahun 2024, Collier memenangkan Grammy Award keenamnya dan tampil bersama Joni Mitchell selama siaran GRAMMY®️. Album terbarunya, Djesse Vol. 4, mendapat pujian di seluruh dunia.
Tiket pertunjukkan spesialnya dijual seharga Rp 350 ribu, di luar tiket harian Rp 1.175.000 yang dapat dibeli secara luring maupun daring di javajazzfestival.com. Dengan memiliki tiket harian saja, pengunjung dapat menikmati beragam musisi termasuk proyek khusus pada hari Jumat:
• PFG & The Groove Syndicate — proyek istimewa dari pendiri festival, Peter F. Gontha.
• Jakarta Drum School All Stars “Reinterpreting The Beatles” — dengan Cakra Khan & Balawan, menampilkan gitar unik Fender 9 necks.
• Komodo Project — kolaborasi antara Gilang Ramadhan, Ivan Nestorman, Adi Darmawan, Lian Panggabean, Smiet Lalove, dan Yoyon Darsono, memadukan jazz dengan kekayaan musik etnik Nusantara.
Musisi jagoan lokal seperti Rahmania Astrini, Nyoman Paul, RAN, Endah n Rhesa, Adrian Khalif, Rieka Rolsan & Nada Dara, siap berkolaborasi dan bersanding dengan pemusik internasional di antaranya: The Philarmonik, Horns Star Big Band, Ron King Big Band Yun Seok Cheol Trio, Jane Monheit, dan Lee Ritenour.
Dan tahun ini, produsen mobil BYD sangat antusias menjadi mitra resmi Java Jazz Festival tahun ini—sebuah perayaan seni kelas dunia yang sejalan dengan semangat inovasi dan keunggulan BYD.
Seperti halnya musik jazz yang melampaui batas, BYD hadir untuk mendefinisikan ulang masa depan mobilitas—lebih cerdas, ramah lingkungan, dan penuh inspirasi. Tahun ini, BYD mengundang seluruh pengunjung untuk merasakan pengalaman berbeda di BYD Hall dan booth utama di depan panggung.
Mulai dari seru-seruan karaoke di dalam mobil hingga melihat langsung kecanggihan teknologi VtoL (Vehicle-to-Load), semua dapat dinikmati sambil meresapi irama musik jazz. Bagi BYD, perjalanan menuju masa depan berkelanjutan harus se-soulful, dan sehidup musik yang kita rayakan bersama di Java Jazz Festival.