
Genre: Drama, martial arts
Sutradara: Jonathan Entwistle
Pemeran: Jackie Chan, Ralph Macchio, Ben Wang, Joshua Jackson, Sadie Stanley, Ming-Na Wen.
Durasi: 1,5 jam
Distributor: Sony Pictures Indonesia
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 28 Mei 2025
Franchise The Karate Kid yang dirilis perdana pada tahun 1984, telah membentuk generasi era 80-90-an. Kalau saat ini beladiri taekwondo menjadi pilihan ekskul di TK-SD, diduga seiring viralnya Taekwondo Song oleh akun Youtube Cocomelon, maka bagi generasi milenial dan sebelumnya, kegiatan karate sempat menjadi primadona, gara-gara ketenaran film The Karate Kid.
Hiburan bagi seluruh anggota keluarga, Karate Kid Universe, setia bercerita tentang menemukan keluarga, dan Karate Kid: Legends tidak kekurangan teman-teman, musuh, dan jokes menyenangkan—semuanya berlatar belakang New York yang sinematik dan klasik. The Karate Kid: Legends diceritakan terjadi setelah peristiwa serial televisi Cobra Kai (2018–2025).
DUA CABANG, SATU POHON: SEORANG KARATE KID BARU HIDUP
Seorang Karate Kid baru telah memasuki ring—dan tim legenda mendukungnya.
Aktor Ralph Macchio dan Jackie Chan kembali memerankan Daniel LaRusso (karateka dari Miyagi-Do Karate asal Jepang) dan Mr. Han (master kungfu asal Cina) untuk membentuk seorang anak ajaib menjadi juara, memadukan spesialisasinya dalam membentuk keseruan petualangan baru.
Pelakon Ben Wang (American Born Chinese) memerankan Li Fong, seorang petarung muda yang terusir dari rumahnya di Beijing dan pindah ke New York City yang sibuk dan kurang bersahabat. Ketika Li mengikuti kompetisi bela diri berisiko tinggi, ia meminta bantuan gurunya, Tn. Han (Chan), didukung kawan lama Daniel (Macchio) untuk mengasah keterampilan bertarungnya.
Saat berlatih, Li ditemani oleh ibunya yang traumatik dengan karate, Dr. Fong (Ming-Na Wen, Mulan), teman barunya Mia (Sadie Stanley, Kim Possible) yang suportif, dan petinju pensiunan Victor (Joshua Jackson, The Mighty Ducks).
Mereka akan mengatasi kesulitan ekonomi Victor sekaligus menaklukkan pem-bully Conor, diperankan oleh Aramis Knight (Into the Badlands, Ms. Marvel). Dengan pertemuan jurus karate, kungfu, tinju, freestyle, dan gabungan beladiri lainnya, penonton The Karate Kid diajak mengikuti adegan-adegan pertarungan yang tetap ramah bagi penonton belia.
Lalu bagaimana dengan Tn. Miyagi? Penonton harus menunggu untuk melihat bagaimana sensei Miyagi pun mendapatkan tempat terhormat dalam Karate Kid: Legends. Ternyata, keluarga Miyagi dan Han sudah ada sejak lama berkolaborasi. Jauh di masa lalu.
Bintang Ralph Macchio yang berperan sebagai anak ajaib Daniel LaRusso sejak The Karate Kid (1984) menyatakan, “Daniel LaRusso selalu merasa terhormat dan hormat kepada Miyagi.
Dan melihat betapa pentingnya Li Fong bagi Tn. Han, ada persamaan di sana. Ada anak lain di luar sana yang membutuhkan sedikit bantuan, dan mungkin berbagi sedikit kearifan, warisan, dan tradisi Miyagi, tidak akan pernah menjadi pilihan yang salah, jika itu dapat membantu seseorang.”
Meskipun Daniel telah menjadi peran yang menentukan karier Macchio, ia masih merasa perlu banyak belajar dari bintang laga Jackie Chan. Dengan 63 tahun di industri film, sang legenda tahu setiap pekerjaan, dan rahasia untuk film bagus adalah menjaga set tetap berjalan lancar.
"Sepanjang hidup saya, saya telah berada di bisnis film," katanya. "Saya seorang pemeran pengganti. Saya seorang figuran. Saya seorang asisten juru kamera, kemudian seorang dolly man yang saya pelajari di setiap departemen. Jadi saya juga tahu bagaimana rasanya menjadi figuran—saya bersenang-senang dengan mereka, saya menyanyikan sebuah lagu untuk mereka... Saya ingin menghadirkan energi dari seluruh set, karena itulah yang membuat film menjadi bagus. Ini bukan tentang seberapa bagus saya—ini tentang seluruh tim. Jika Anda menghadirkan energi, itu membuat film bagus," terang Jackie.
Elemen cerita baru membantu para pemain dan kru mencapai keseimbangan sempurna antara menceritakan kisah kekinian dan menghormati warisan berusia 40 tahun. Sutradara Jonathan Entwistle mengangkat karya utuh yang menyentuh hati, humoris, dan penuh aksi.
"The Karate Kid: Legends bercerita seputar memperjuangkan keluarga, atau mempelajari apa yang harus diperjuangkan, dan menurut saya itulah pesan yang paling penting. Namun, film ini dikemas dalam film seni bela diri yang sesungguhnya, film aksi-petualangan yang sesungguhnya, dengan banyak hati dan banyak adegan penting, tentang orang-orang yang belajar, apa artinya bertumbuh dewasa," ujar Jonathan.
Dengan gaya visual tajam khasnya, mengingatkan pada tampilan era 90-an, The Karate Kid: Legends menangkap kegelisahan remaja dengan hati yang menyenangkan, demi menata kembali waralaba ikonik Karate Kid, untuk kesegaran bagi generasi baru.