Apresiasi Bank Sampah Sekumpul, Menteri LH Sebut Ideal Untuk diterapkan Nasional

FAZ • Saturday, 24 May 2025 - 16:17 WIB

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq terus mendukung upaya dan inisiatif baik yang dilakukan masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sampah.

Hal itu disampaikan saat Hanif mengunjungi Bank Sampah Sekumpul di Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Rabu (21/5), Hanif mengapresiasi pengelolaan Bank Sampah Sekumpul, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) karena sangat ideal diterapkan di Indonesia.

"Bank sampah Sekumpul melayani masyarakat pada 15 desa dengan volume relatif cukup besar, sudah sangat permanen dan akan terus didorong. Pola seperti ini yang sangat ideal negara kita," ucap Hanif dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Jumat (23/5/2025).

Dalam kesempatan itu, Hanif menyerahkan bantuan mobil operasional dari program CSR PT Adaro Indonesia. Oleh karena itu, Hanif berharap kendaraan tersebut dapat memperkuat kegiatan pengangkutan sampah dan operasional harian bank sampah.

Selain itu, Hanif juga melihat langsung aktivitas pemilahan dan pengumpulan sampah, serta meninjau buku tabungan milik para nasabah. Salah satu nasabah tercatat memiliki saldo lebih dari Rp 3 juta dari hasil penukaran sampah.

Hanif mengatakan maksud kunjungan ke Provinsi Kalsel guna mengawal kebijakan Presiden Prabowo Subianto menyelesaikan permasalahan sampah yang harus selesai pada 2029 sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025.

"Penyelesaian terkait permasalahan sampah sesuai mandat Perpres 12 tentang RPJMN harus selesai 100 persen dan Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan 2025 sebesar 51,20 persen," kata Menteri Hanif.

Lebih lanjut, Hanif menegaskan angka tersebut sangat besar sehingga harus didiskusikan dengan banyak pihak, seperti bupati, wali kota dan gubernur agar dapat bersama-sama menangani sampah, seperti Bank Sampah Sekumpul.

Sementara itu, Direktur Bank Sampah Sekumpul Dewi Heldayati menyambut baik dukungan pemerintah pusat dan menyampaikan terima kasih atas bantuan kendaraan operasional. Ia juga menyampaikan rencana pengembangan industri pengolahan sampah berbasis produksi lokal.

“Keberadaan kendaraan ini sangat membantu operasional kami. Kami juga sedang menyiapkan produksi barang-barang berbahan dasar sampah seperti sedotan dan bak mandi agar bisa dijual langsung ke pasar tanpa harus mengirim bahan baku ke Pulau Jawa,” jelas Dewi.

Dewi menyebutkan, jumlah nasabah Bank Sampah Sekumpul tercatat sekitar 3.000 dan 1.500  orang di antaranya aktif, serta 100 sekolah dengan sampah yang dipilah dan ditabung nasabah 5 hingga 7 ton per dua bulan.

Dengan pendekatan terstruktur, kolaboratif, dan berbasis masyarakat, Dewi optimistis pengelolaan sampah dapat menjadi solusi lingkungan sekaligus peluang ekonomi bagi warga.