Living Lab Ventures Optimistis Dorong Ekonomi Lewat Inovasi Sektor Kesehatan dan Manufaktur

FAZ • Friday, 23 May 2025 - 20:36 WIB

JAKARTA - Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital dari Sinar Mas Land, menunjukkan langkah progresif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia lewat sektor strategis seperti healthcare dan manufaktur. Melalui gelaran Mid-Year Investment Outlook 2025 yang berlangsung di The Hub BSD, Bayu Seto selaku Partner LLV mengungkapkan pandangan optimistis tentang arah investasi semester kedua 2025.

Fokus LLV tahun ini diarahkan pada penyediaan solusi konkret di bidang layanan kesehatan yang efisien dan terjangkau. Peta peluang besar ini dibuktikan dengan tren positif sektor healthcare yang menjadi perhatian utama investor Asia Tenggara dengan nilai pendanaan mencapai US$139 juta di kuartal pertama 2025. Di saat yang sama, sektor manufaktur juga mendapat sorotan lewat kolaborasi dengan startup lokal seperti Imajin yang memfasilitasi layanan 3D printing hingga CNC berbasis platform.

“Setelah dominasi fintech pada 2024, kini sektor kesehatan mendapatkan perhatian utama. Kami melihat peluang besar untuk membangun solusi yang menjawab tantangan struktural di bidang layanan kesehatan,” ujar Bayu Seto dalam presentasinya di Jakarta, Jumat (23/5/2025).

Lebih lanjut, Bayu mengatakan program LLV turut memperkuat posisi BSD City sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI Banten). Dengan infrastruktur dan komunitas lebih dari 500.000 jiwa, kawasan ini menjadi ujung tombak pengembangan teknologi dan kolaborasi antar industri.

Kinerja positif LLV juga ditopang oleh kesiapan ekosistem digital serta inisiatif pemerintah seperti pemeriksaan kesehatan gratis, kenaikan anggaran kesehatan, dan gizi gratis bagi pelajar. Semua ini menciptakan sinergi antara regulasi, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.

Dengan pendekatan berbasis kolaborasi dan inovasi, LLV memantapkan perannya sebagai penghubung antara sektor swasta dan solusi global berkelanjutan. 

“Langkah ini menegaskan ambisi LLV untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pintu gerbang ekonomi digital kawasan,” pungkas Bayu.

(SHA)