Kurangi Polusi Udara, Menteri LH Dorong Industri Jabodetabek Beralih Dari Batu Bara ke Gas

FAZ • Thursday, 22 May 2025 - 14:04 WIB

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan bahwa terdapat lebih dari 1.000 unit tungku bakar industri di wilayah sekitar Jakarta. Menurut Hanif, sebagian besar proses pembakaran di tungku-tungku tersebut masih menggunakan bahan bakar batu bara yang turut memperburuk kualitas udara.

“Paling tidak kita turunkan dulu intensitas kegiatan pembakaran bahan bakar, batu bara terutama, yang disinyalir menjadi penyebab utama mutu kualitas udara turun drastis,” ujar Hanif dalam konferensi pers peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional dan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2025 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (22/5/2025).

Hanif menjelaskan, selain menyebabkan pencemaran udara, pembakaran batu bara juga melepaskan merkuri yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat jika terhirup dalam jangka panjang. Oleh karena itu, ia mendorong agar kawasan industri di Jabodetabek mulai beralih dari batu bara ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan, seperti gas.

“Seandainya bisa, maka boiler yang ada di Jabodetabek tidak boleh menggunakan bahan bakar dari batu bara. Ini akan mengurangi drastis juga mungkin sekitar di angka 15% dari kualitas udara,” kata Hanif.

Namun, ia mengakui bahwa langkah transisi energi ini membutuhkan proses panjang serta dukungan kebijakan lintas sektor.

Di sisi lain, Hanif juga menyoroti potensi risiko dari solusi jangka pendek seperti rekayasa cuaca. Menurutnya, upaya menurunkan hujan buatan memang bisa menekan kadar polutan, namun dapat berisiko menimbulkan banjir di wilayah perkotaan.

“Kita melakukan modifikasi cuaca, hanya dengan cara itu maka polusi udara akan turun. Namun memang di Jakarta tidak sederhana. Kita turunkan hujan, akan banjir. Tidak diturunkan hujan, kualitas udara yang terganggu. Jadi ini langkah yang harus kita cermati secara teknikal,” jelasnya.