BSI Bagikan Dividen Rp1,05 Triliun, Naik Dibanding Tahun Lalu

FAZ • Thursday, 22 May 2025 - 12:37 WIB

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp1,05 triliun kepada para pemegang saham. Pembagian dividen ini merupakan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 yang telah digelar pada 16 Mei 2025.

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, mengatakan bahwa pembagian dividen telah diumumkan melalui laporan keterbukaan informasi system IDX tanggal 20 Mei 2025.

"Pembagian dividen kepada pemegang saham akan dilakukan pada 19 Juni 2025. Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada 28 Mei 2025," ujar Wisnu dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (22/5/2025).

Adapun total dividen yang dibagikan setara 15 persen dari laba bersih perseroan sepanjang 2024 yang mencapai Rp7,01 triliun. Jumlah dividen yang dibagikan setara dengan Rp22,78 per lembar saham, meningkat sekitar 22,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp18,54 per saham.

Sepanjang tahun 2024, BSI mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid. Selain laba bersih yang mencapai Rp7,01 triliun, total aset perseroan juga tumbuh menjadi Rp409 triliun, dengan kualitas aset yang diklaim tetap terjaga.

Dari total laba bersih tahun 2024, selain untuk pembagian dividen, sebanyak 20 persen disisihkan sebagai cadangan wajib, sementara sisanya sebesar 65 persen dialokasikan sebagai laba ditahan.

Pembayaran dividen akan dilakukan melalui Rekening Dana Nasabah (RDN) yang tercatat di perusahaan efek atau bank kustodian terkait, khususnya bagi pemegang saham yang sahamnya berada dalam penitipan kolektif di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan, baik di jajaran Dewan Komisaris, Direksi, maupun Dewan Pengawas Syariah.

Beberapa nama baru masuk ke dalam jajaran manajemen, dan akan mulai efektif setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui penilaian kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

Berikut susunan terbaru pengurus BSI:

Susunan Dewan Komisaris:

1. Komisaris Utama: Muhadjir Effendy

2. Komisaris Independen: Felicitas Tallulembang

3. Komisaris : Meidy Ferdiansyah

4. Komisaris : Mochamad Agus Rofiudin

5. Komisaris : Kamaruddin Amin

6. Komisaris Independen: Nizar Ahmad Saputra

7. Komisaris Independen: Muhammad Syafii Antonio

8. Komisaris Independen: Addin Jauharudin

Susunan Direksi:

1. Direktur Utama: Anggoro Eko Cahyo

2. Wakil Direktur Utama:  Bob Tyasika Ananta

3. Direktur Retail Banking: Kemas Erwan Husainy

4. Direktur Information Technology: Muharto

5. Direktur Finance & Strategy: Ade Cahyo Nugroho

6. Direktur Sales & Distribution: Anton Sukarna

7. Direktur Compliance & Human Capital: Arief Adhi Sanjaya

8. Direktur Risk Management: Grandhis Helmi Harumansyah

9. Direktur Wholesale Transaction Banking: Zaidan Novari

10. Direktur Treasury & International Banking: Firman Nugraha

(Berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan OJK atas fit and proper tes).

Susunan Dewan Pengawas Syariah

1. Ketua: Prof. Dr. K.H. Hasanudin, M.Ag

2. Anggota: Dr. K.H. Mohamad Hidayat, SE, M.H, M.Ag

3. Anggota: Dr. H. Oni Sahroni MA

4. Anggota: Prof. Dr. Jaih Mubarok, SE., MH,. M.Ag

5. Anggota: Dr. K.H. Abdul Ghofur Maimoen, MA

Pengangkatan pengurus baru ini akan berlaku hingga penutupan RUPST ketiga sejak tanggal pengangkatan, yaitu pada 2028, kecuali RUPS memutuskan lain sesuai ketentuan dalam anggaran dasar perseroan.

Wisnu menambahkan, seluruh ketentuan mengenai pembagian dividen telah diumumkan secara resmi dan dapat diakses publik. 

"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pemegang saham terhadap BSI, dan memohon dukungan agar perseroan dapat terus tumbuh lebih baik di masa mendatang," pungkasnya.