
JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan pentingnya menjaga kelestarian kawasan mangrove dan gambut di Kalimantan Barat sebagai langkah krusial untuk mendukung target Indonesia bebas emisi karbon.
Langkah tersebut, menurut Hanif, juga merupakan bagian dari strategi mitigasi terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi di wilayah Kalimantan Barat.
“Kawasan gambut di Kalimantan Barat mencakup sekitar 2,4 juta hektar dan memegang peranan besar dalam menyerap karbon dioksida. Oleh karena itu, pengelolaan gambut dan mangrove yang berkelanjutan sangat vital untuk mendukung pencapaian target pengurangan emisi karbon Indonesia,” ujar Hanif dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (20/5/2025).
Lebih lanjut, Ia mengingatkan bahwa kerusakan akibat kebakaran gambut sangat sulit dipulihkan. “Jika gambut terbakar, kerusakan yang ditimbulkan tidak dapat dipulihkan lagi,” tegasnya.
Saat melakukan kunjungan ke Desa Mandiri Peduli Gambut di Desa Peniraman, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada Minggu (18/5), Hanif meninjau kesiapan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau yang rawan kebakaran.
Hanif menyebut, ada sekitar 800 desa di Indonesia yang berada di kawasan gambut dan membutuhkan perhatian khusus. Oleh karena itu, desa-desa tersebut didorong untuk memperoleh sertifikat penyerapan emisi karbon yang dapat mendukung komitmen perubahan iklim sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Kami ingin kolaborasi dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga akademisi. Pengelolaan yang baik terhadap kawasan gambut dan mangrove akan sangat mendukung pencapaian target emisi karbon dalam NDC (Nationally Determined Contribution) Indonesia,” ujar Hanif.
Ia juga mengajak sektor swasta, khususnya perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di lahan gambut, untuk aktif berpartisipasi dalam upaya ini, salah satunya melalui sertifikasi penyerapan karbon.
Lebih lanjut, Hanif menyampaikan bahwa program Desa Mandiri Peduli Gambut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kebakaran hutan serta lahan.
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, sekaligus mengurangi dampak kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Hanif menegaskan bahwa Indonesia harus berkomitmen melindungi ekosistem gambut dan mangrove demi mewujudkan masa depan yang lebih baik.
“Menjaga kawasan gambut dan mangrove untuk masa depan yang lebih baik, demi keberlanjutan lingkungan hidup kita dan generasi yang akan datang," pungkasnya.