
JAKARTA – Kelompok seni pertunjukan Regina Art akan mementaskan teater monolog bertajuk "Aku Yang Tak Kehilangan Suara" pada Sabtu, 31 Mei 2025, di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta. Pertunjukan ini mengangkat kisah Siti Walidah, istri pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yang juga dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah perjuangan perempuan Indonesia. Pementasan dijadwalkan berlangsung dalam dua sesi, yaitu pukul 15.00 WIB dan 19.00 WIB.
Mengangkat naskah karya Dian Eka Wati, monolog ini menghadirkan sisi personal dan perjuangan pemikiran Siti Walidah sebagai pendidik, pemimpin perempuan, dan penggerak perubahan sosial.
Aktris Tika Bravani kembali dipercaya memerankan tokoh Siti Walidah. Sebelumnya, Tika telah membintangi film “Nyai Ahmad Dahlan” (2017) dan mengaku kembali tersentuh saat mendalami karakter tersebut.
“Saya merinding ketika membaca naskahnya. Ini bukan hanya tentang sejarah, tapi tentang suara seorang perempuan yang harus terus didengar,” kata Tika dalam konferensi pers di South Quarter, Jakarta Selatan, Selasa (20/5/2025).
Selain itu, Pertunjukan ini disutradarai oleh Wawan Sofwan, yang dikenal melalui berbagai karya teater berbasis naskah sejarah dan sosial. Menurut Wawan, monolog menghadirkan tantangan tersendiri dalam menjaga intensitas emosi penonton selama pertunjukan berlangsung.
“Menyutradarai monolog berarti menggali energi dari satu aktor untuk mengisi seluruh panggung. Tantangan utamanya adalah menjaga dinamika emosi agar penonton tetap terikat dari awal hingga akhir,” ujar Wawan.
Ia menambahkan bahwa keberanian keberanian yang ditampilkan Siti Walidah bukanlah fisik semata, melainkan keberanian berpikir dan bersuara—sebuah tema yang sangat relevan dengan kondisi perempuan masa kini.
“Keberanian bukan soal angkat senjata, tapi keberanian berpikir dan bersuara di ruang-ruang sunyi,” ujar Wawan, yang menyebut monolog ini sebagai penghormatan terhadap semangat juang perempuan Indonesia.
Sementara itu, Produser sekaligus pendiri Regina Art, Joane Win, mengatakan bahwa proyek ini merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan perempuan dalam sejarah Indonesia.
“Siti Walidah bukan hanya pendamping suami. Beliau adalah pemimpin dan penggerak pendidikan perempuan yang selama ini kurang disorot. Pertunjukan ini adalah upaya kami mengangkat suara perempuan yang selama ini sering luput dari panggung besar,” ujar Joane.
Ia juga menambahkan bahwa pertunjukan ini digelar bertepatan dengan peringatan wafatnya Siti Walidah pada 31 Mei 1946.
Sebagai informasi, Regina Art sendiri merupakan kelompok seni pertunjukan yang berfokus pada isu perempuan, budaya, dan sejarah. Sebelumnya, mereka telah memproduksi Ruang Arum Manis, yang tampil di berbagai panggung internasional, termasuk Amerika Serikat dan Eropa.
Pertunjukan ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga refleksi sejarah dan penghormatan terhadap perjuangan perempuan yang relevan hingga hari ini.
Catat tanggalnya! Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan pementasan ini dan merasakan kekuatan emosi serta pesan yang dibawakan oleh Tika Bravani, Wawan Sofwan, dan Joane Win.