BNPP Siapkan Strategi Ekonomi Perbatasan Bakal Bikin UMKM Makin Berkembang

ANP • Monday, 19 May 2025 - 13:46 WIB

Jakarta – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) berupaya mengembangkan ekonomi di wilayah perbatasan dengan strategi baru. Fokus utama adalah optimalisasi komoditas unggulan, pengembangan industri pengolahan, serta memajukan sektor pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Strategi ini diterapkan di 11 PLBN, yang menjadi pintu ekspor-impor ke Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini. Deputi Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP, Irjen Pol. Edfrie R. Maith, mengungkapkan bahwa hilirisasi komoditas dapat meningkatkan daya saing produk lokal, meskipun memerlukan investasi besar dan infrastruktur yang memadai.

"Kami berencana agar merintis industri pengolahan dapat tumbuh di perbatasan. Analisa awal komoditas permintaan ekspor juga telah dilakukan, tentang pemintaan bahan baku untuk industri atau memperbaiki kemasan dan melakukan hilirisasi produk, "terang Maith, senin (19/05/25).

Di beberapa daerah seperti Bengkayang, Kalimantan Barat, industri pengolahan pakan ternak menjadi salah satu sektor potensial. Selain itu, BNPP juga fokus mengembangkan wisata perbatasan, memperbaiki konektivitas, dan memperkuat promosi destinasi, termasuk Pekan Gawai Dayak di Kalimantan serta festival keagamaan di NTT.

"Setelah konektivitas selesai, bakal dipadukan dengan atraksi wisata, seperti pekan Gawai Dayak di Kalimantan atau atraksi keagamaan di NTT yang banyak menyedot wisatawan," pungkas Maith. 

Data menunjukkan bahwa sektor pertanian dan perikanan di wilayah perbatasan memiliki potensi besar.

• PLBN Badau, Kapuas Hulu, Kalbar, mencatat ekspor sebesar Rp12,3 miliar pada 2013-2014, dengan komoditas utama seperti ikan air tawar, buah-buahan, sayuran, dan kerajinan tangan.

• PLBN Entikong, Sanggau, Kalbar, mencatat ekspor mencapai Rp49,2 miliar pada 2024, dengan komoditas unggulan seperti lada biji, arang, langsat, durian, gula merah, serta berbagai produk perikanan seperti udang dogol, ikan bawal, dan cumi-cumi.

• PLBN Aruk, Sambas, Kalbar, menjadi titik ekspor utama untuk cumi-cumi, ikan tenggiri, udang, kakap, serta berbagai hasil pertanian seperti petai, cabai, pisang, nanas, dan jeruk melon.

Dengan strategi yang terus berkembang, BNPP berharap langkah ini dapat memaksimalkan potensi ekonomi di perbatasan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.