
Jakarta — Indonesia dinilai berhasil menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya menekan laju deforestasi dan menjaga keberlanjutan tata kelola hutan. Hal ini disampaikan oleh Senior Advisor for Natural Resources & Climate Governance UNDP, Erwin S. Widodo, dalam acara Journalist Workshop on Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 yang digelar di Bogor, Sabtu (17/5).
Menurut Erwin, Indonesia telah mencatatkan prestasi besar dalam satu dekade terakhir. “Indonesia menjadi salah satu negara dengan capaian terbaik dalam menurunkan angka deforestasi. Bahkan, banyak negara lain datang ke Indonesia untuk belajar dari pengalaman kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari komitmen kolektif berbagai pihak yang bekerja menjaga hutan dan lingkungan hidup. Dalam paparannya, Erwin mengajak para peserta membayangkan masa depan Indonesia pada 6.500 tahun kemerdekaan, di mana generasi muda menjadi pemegang tongkat estafet pembangunan berkelanjutan.
“2045 bukan hanya visi para pemimpin negara, tapi juga visi kita semua. Inilah saatnya kita mempersiapkan generasi muda agar mereka siap melanjutkan perjuangan menjaga hutan, tanah, dan bumi ini,” tegasnya.
UNDP melalui program Climate Promise tidak hanya mendorong penguatan kebijakan iklim, tetapi juga berupaya melibatkan pemuda sebagai agen perubahan. “Tahun 2045 adalah masanya anak-anak kita. Kita harus mulai membekali mereka dengan pengetahuan, keterlibatan, dan semangat untuk merawat alam sejak sekarang,” tambah Erwin.
Dalam kesempatan tersebut, ditayangkan pula sebuah video yang menampilkan perkembangan dan capaian Indonesia dalam menjaga tutupan hutan dan mengurangi emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan. Workshop ini merupakan bagian dari kampanye menuju target FOLU Net Sink 2030, di mana Indonesia berkomitmen agar emisi dari sektor kehutanan lebih rendah dibandingkan serapan karbonnya pada tahun 2030.