Ini Saran IPB Agar FOLU Net Sink 2030 Sukses

ANP • Friday, 16 May 2025 - 18:21 WIB

Bogor — Institut Pertanian Bogor (IPB) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net Sink 2030 melalui riset dan inovasi akademik berbasis aksi lapangan.

Dekan Sekolah Pascasarjana IPB, Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc., menegaskan bahwa IPB tidak hanya melakukan kajian akademik, tetapi juga terlibat langsung dalam penerapan solusi di masyarakat.

“Selama lebih dari 13 tahun, IPB telah menjalin kerja sama riset aksi di Jambi dalam pengembangan perkebunan sawit berkelanjutan dengan pendekatan agroforestry,” ujar Prof. Dodik dalam Journalist Workshop on Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (16/5).

Ia menjelaskan bahwa integrasi kelapa sawit dengan tanaman kehutanan berpotensi memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus meningkatkan pendapatan petani rakyat.

Selain itu, IPB juga aktif dalam program rehabilitasi lahan kritis dan penghijauan bersama masyarakat, seperti yang dilakukan di Garut. Mahasiswa IPB dilibatkan langsung dalam pendampingan kelembagaan petani dan program sosial berbasis desa.

“Melalui program One Village One CEO (OVOC), mahasiswa tingkat akhir kami didorong menjadi CEO Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk memimpin inovasi ekonomi lokal,” jelasnya.

Prof. Dodik juga memberikan masukan strategis terkait implementasi FOLU Net Sink 2030. Menurutnya, meskipun kerangka program nasional sudah baik, perlu dilakukan penyesuaian strategi berbasis karakteristik wilayah dan emisi per kapita penduduk.

“Setiap daerah memiliki tantangan dan peluang berbeda. Tidak bisa disamaratakan. Aspek keadilan harus diperhatikan agar program ini benar-benar berdampak,” tegasnya.



Ia menambahkan bahwa keberhasilan FOLU Net Sink 2030 tidak cukup hanya dengan perencanaan, tetapi memerlukan strategi pelaksanaan yang lebih detail dan berbasis data lokal.

“IPB optimis program ini bisa berhasil, asalkan pelaksanaannya dilakukan secara konsisten dan adaptif terhadap kondisi riil di lapangan,” pungkas Prof. Dodik.

Program FOLU Net Sink 2030 merupakan upaya pemerintah Indonesia untuk mencapai kondisi sektor kehutanan dan lahan yang menyerap emisi gas rumah kaca lebih besar daripada yang dilepaskan, sebagai bagian dari komitmen perubahan iklim nasional dan global.