Indonesia Tegaskan Komitmen Capai FOLU Net Sink 2030, Targetkan Serapan 140 Juta Ton CO2 Ekuivalen

ANP • Friday, 16 May 2025 - 09:22 WIB
Penasehat Senior Tim Kerja FOLU Net Sink 2030, Dr. Ir. Ruandha Sugardiman M.Sc dan Penasehat Senior Tim kerja FOLU Net Sink 2030, Dr. Ir. Agus Justianto M.Sc

Jakarta — Pemerintah Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan (FOLU) melalui pencapaian target FOLU Net Sink 2030. Hal ini ditegaskan oleh Penasehat Senior Tim Kerja FOLU Net Sink 2030, Dr. Ir. Ruandha Sugardiman, M.Sc, dalam acara Journalist Workshop on Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 yang digelar di Jakarta Jumat (16/5).

“Komitmen global harus diwujudkan di tingkat lokal. Inilah inti dari upaya kita dalam mencapai FOLU Net Sink 2030,” ungkap Ruandha dalam paparannya bertajuk Peta Jalan dan Strategi Pencapaian FOLU Net Sink 2030: Kebijakan dan Implementasi.

Menurutnya, pencapaian target net sink hanya dapat dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan dengan peningkatan target kinerja secara berkelanjutan. Selama ini, berbagai indikator seperti panjang jalan akses, luas area rehabilitasi, dan jumlah bibit yang ditanam menjadi tolok ukur. Namun ke depan, indikator tersebut akan dikonversi ke dalam satuan yang lebih terfokus pada tujuan utama, yakni penurunan emisi karbon.

“Semua kegiatan kita harus dapat diukur dalam satuan ton CO₂ ekuivalen. Target kita jelas, mencapai serapan bersih sebesar 140 juta ton CO₂ ekuivalen pada tahun 2030. Ini adalah kondisi net sink, artinya serapan karbon kita harus sama atau lebih besar dari emisi yang dihasilkan sektor FOLU,” tegasnya.

FOLU Net Sink 2030 merupakan strategi nasional Indonesia untuk menjadikan sektor kehutanan sebagai penyerap emisi karbon bersih pada akhir dekade ini. Program ini menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung target Indonesia menuju net-zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Dengan pendekatan yang semakin terukur dan berbasis data, pemerintah optimis bahwa Indonesia dapat memainkan peran strategis dalam mitigasi perubahan iklim global.