
JAKARTA – Otto Pharmaceutical turut berpartisipasi dengan menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis selama empat hari berlokasi di Pabrik Otto Lembang pekan lalu.
Ini merupakan kolaborasi antara Otto Pharmaceutical, Kemenkes RI, Puskesmas Jayagiri dan Halodoc. Kegiatan ini berhasil menjangkau sekitar 421 warga di Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Layanan berupa pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, edukasi kesehatan, hingga pemberian obat-obatan diberikan secara cuma-cuma. Selain itu, warga juga menerima paket sembako gratis sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan.
Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah mengenai pentingnya skrining kesehatan sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM). Perusahaan farmasi nasional ini menjadi salah satu pelaku industri yang menanggapi dengan cepat inisiatif pemerintah.
“Kesehatan adalah pilar dasar pembangunan bangsa. Kami percaya bahwa swasta memiliki tanggung jawab untuk hadir dan mendukung pemerintah dalam mempercepat akses layanan dasar. Di usia 62 tahun ini, kami ingin memberi lebih dari sekadar produk, tapi kontribusi nyata di lapangan,” ujar President Director PT OTTO Pharmaceutical Industries, Sugeng Budiyono Wijanto.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat program promotif dan preventif, namun juga berkontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), serta mendukung agenda RPJMN 2025–2029 dan visi Indonesia Emas 2045 yang menargetkan sumber daya manusia yang sehat dan produktif.
“Kami melihat dampak yang sangat positif. Banyak warga yang baru pertama kali memeriksakan kondisi fisik dan gula darah. Ini sangat membantu deteksi dini dan edukasi,” ujar Kepala Puskesmas Jayagiri, Anwar S. Kep, M.Kes.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat tinggi dan turut dihadiri juga oleh Kapolsek Lembang, Kompol Hadi Mulyana.
Pada kesempatan ini, Kepala Desa Gudang Kahuripan, Agus Karyana menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang tidak hanya memberikan pemeriksaan kesehatan gratis, tetapi juga pengobatan langsung di tempat.
“Kami senang warga sangat antusias mengikuti acara ini karena benar-benar terasa manfaatnya. Banyak warga yang sebelumnya kesulitan akses layanan kesehatan kini bisa mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan secara gratis,” ujar Agus.
Dukungan ini menunjukkan bagaimana dunia usaha bisa merespon cepat arahan pemerintah. Melalui sumber daya yang dimiliki, sektor swasta mampu menjangkau masyarakat dengan cepat dan tepat sasaran. Kolaborasi ini bukan inisiatif satu kali, namun bagian dari strategi kemitraan berkelanjutan.
“Kami melihat potensi kolaborasi semacam ini dapat direplikasi di daerah lain. Otto akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pusat untuk memperluas cakupan kegiatan seperti ini,” tambah Sugeng Budiyono Wijanto.
Sebagai industri farmasi nasional, Otto juga berperan aktif dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dengan menyediakan akses skrining, edukasi, dan pengobatan gratis, perusahaan ikut memperkuat pondasi sistem kesehatan berbasis komunitas.
Kegiatan Cek Kesehatan Gratis ini juga memperkuat sistem integrasi data kesehatan nasional dengan pencatatan peserta melalui platform Satu Sehat, mendukung transformasi digital sistem kesehatan Indonesia.
Program yang merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) Otto Pharmaceutical yang berkelanjutan rutin dilakukan, terutama di area sekitar fasilitas produksinya. Namun pada tahun ini, Otto menekankan penyelarasan penuh antara CSR perusahaan dengan prioritas pemerintah.
Sekaligus memberikan akses diagnostik dasar secara gratis, yang menjadi tantangan utama di banyak daerah. Melalui peran aktif ini, pihak swasta turut membantu memperluas literasi masyarakat terkait deteksi dini dan manajemen penyakit kronis.
Tentang PT OTTO Pharmaceutical Industries
PT OTTO Pharmaceutical Industries adalah perusahaan manufaktur farmasi terkemuka di Indonesia dan merupakan bagian dari Mensa Group.
Didirikan pada 8 April 1963 di Bandung, Jawa Barat, OTTO terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat dengan memproduksi berbagai jenis obat berkualitas tinggi.
Sejak bergabung dengan Mensa Group pada tahun 1981, OTTO telah memperkuat kapabilitas manufaktur, memperluas jangkauan pasar, serta mengembangkan sumber daya manusia, sehingga mendapatkan kepercayaan dari para profesional medis dan masyarakat luas.
Sebagai pelopor dalam industri farmasi, OTTO memperoleh sertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) pada tahun 1991, menjadikannya salah satu perusahaan farmasi pertama di Indonesia yang memenuhi standar kualitas ketat.
Untuk semakin menegaskan komitmennya terhadap mutu, OTTO menerima sertifikasi ISO 9001:2000 dari RWTUV GmbH Jerman pada tahun 2005, yang kemudian ditingkatkan menjadi ISO 9001:2015 pada tahun 2018.
Sejalan dengan standar kesehatan global, OTTO berkolaborasi dengan konsultan kelas dunia, NNE Pharmaplan, untuk membangun fasilitas manufaktur modern yang memenuhi standar cGMP, PIC/S, dan EU.
Pabrik OTTO kini beroperasi dengan dua lini produksi khusus untuk obat Non-Beta Laktam dan Sefalosporin, mencakup lebih dari 20.000 m² area produksi, didukung oleh 3.000 m² fasilitas pendukung, gudang pusat seluas 2.400 m², serta lebih dari 600 tenaga kerja berkualitas tinggi.
Selain berfokus pada keunggulan di bidang farmasi, OTTO juga aktif dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung kesehatan masyarakat, pendidikan, dan keberlanjutan lingkungan.
Perusahaan telah menyelenggarakan berbagai inisiatif sosial, termasuk kampanye kesehatan masyarakat dan program edukasi mengenai penggunaan obat yang bertanggung jawab. Atas komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan, OTTO menerima Environmental Sustainability Award 2023 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia.
Dengan visi untuk meningkatkan kualitas hidup melalui obat-obatan yang berkualitas dan mudah diakses, PT OTTO Pharmaceutical Industries berkomitmen untuk terus berinovasi, mencapai keunggulan operasional, serta memberikan dampak nyata bagi dunia kesehatan di Indonesia dan di tingkat global.