Luluskan 2.370 Wisudawan, Rektor Untar Tekankan Kompetensi Hadapi Tantangan Teknologi dan Perubahan Zaman

AKM • Monday, 12 May 2025 - 04:40 WIB
Universitas Tarumanagara (Untar) mengukuhkan 2.270 wisudawan pada Wisuda ke-85

Jakarta - Momen terbaik dalam hidup seseorang diantaranya dapat meraih gelar sarjana dan menyongsong masa depan lebih baik di tengah masyarakat terutama di masa yang penuh ketidakpastian. Universitas Tarumanagara (Untar) mengukuhkan 2.270 wisudawan pada Wisuda ke-85 yang diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (11/05/2025). 

Wisudawan tersebut terdiri atas 1.849 lulusan Program Sarjana serta 421 lulusan Program Profesi, Pascasarjana dan Doktor. Kegiatan wisuda ini mengangkat tema “Inovasi Berkelanjutan Menuju Era Kolaborasi Internasional” yang sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) Ke-4, di bidang pendidikan.

Dalam sambutannya, Rektor Untar, Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M., menyampaikan bahwa Untar terus berkomitmen dalam peningkatan mutu akademik dan layanan terbaik bagi seluruh sivitas akademika Untar. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan ilmiah, pengembangan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta program pertukaran mahasiswa.

“Para wisudawan diharapkan dapat konsisten menekankan pentingnya peningkatan kompetensi agar lulusan mampu menghadapi tantangan kemajuan teknologi dan perubahan zaman,” ujar Rektor Untar dihadapan ribuan wisudawan.

Menurut Prof. Amad Sudiro saat ini kita berada di tengah zaman yang bergerak cepat, dan hanya mereka yang berinovasi secara konsisten yang mampu bertahan.

"Kami ingin para lulusan Untar menjadi agen perubahan yang tidak hanya berorientasi pada karier, tetapi juga berdampak bagi masyarakat luas,"  harap Prof Amad.

Universitas Tarumanagara (Untar) mengimplementasikan konsep kampus berdampak berdasarkan arahan Kementerian, Istilah ini bukan merupakan perbedaan dari slogan Kampus Merdeka yang telah diterapkan sebelumnya, melainkan kelanjutan yang bersifat berkelanjutan. Melalui konsep ini, diharapkan kolaborasi dapat terus berkembang, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Disiisi lain, Ketua Yayasan Tarumanagara, Prof Ariawan Gunadi, mengatakan Untar siap untuk mendukung dan mengembangkan program Kampus Berdampak.

"Program Kampus Berdampak sebetulnya pengembangan dari Merdeka Belajar, yaitu ingin supaya kampus ini lebih kelihatan Apa yang menjadi kepakaran dan impact-nya. Nah makanya dengan Kampus Berdampak ini kita akan kembangkan banyak PJJ, tapi karena PJJ-nya itu akan lebih banyak dikembangkan daerah yang 3T Yang terluar, tertinggal," tutur prof. Ariawan


Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Jakarta, yang diwakili oleh Tri Munanto, S.E., M.Ak., selaku Plt. Kepala LLDikti Wilayah III, turut hadir dan memberikan apresiasi kepada seluruh lulusan atas pencapaian para wisudawan.

“Di era yang dinamis, setiap individu harus mampu beradaptasi, khususnya dalam kolaborasi dan inovasi lintas industri yang berdampak luas bagi masyarakat,” tutur Tri Munanto.

Selain itu disampaikan orasi wisuda oleh Dr. Ir. Wati Asriningsih Pranoto, M.T. yang berjudul “Pemanenan Air Hujan untuk Masa Depan Berkelanjutan: Peran Generasi Muda dalam Mengatasi Krisis Air dan Banjir”.

Dalam orasinya, Ketua Program Studi Magister Teknik Sipil Untar tersebut mengangkat pentingnya pemanenan air hujan sebagai solusi untuk mengatasi krisis air bersih, polusi, dan risiko banjir. 

“Gemerasi Muda harus menekankan peran generasi muda dalam menciptakan inovasi berkelanjutan yang mendukung pencapaian tujuan SDGs, khususnya mengenai air bersih dan sanitasi yang layak,” imbuhnya.

Wisuda kali ini, Untar kembali menghadirkan nuansa budaya Nusantara, khususnya daerah Jawa Barat, sebagai bentuk pelestarian nilai budaya Indonesia. Komitmen Untar dalam mengangkat tema budaya Nusantara secara berkelanjutan telah tercatat dalam Rekor MURI, menjadi bukti nyata konsistensi Untar dalam menjaga warisan budaya bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, terdapat kreasi berupa perpaduan koreografi tari tradisional Asal Harapan asal Cirebon, Jawa Barat, yang diiringi oleh melodi dan ilustrasi latar belakang tarian yang merupakan ciptaan mahasiswa dan dosen Fakultas Psikologi. Kreasi tersebut secara resmi telah mendapatkan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Mengangkat motif Batik Megamendung, karya ini memiliki nilai orisinalitas yang perlu dilindungi dari penyalahgunaan serta menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas mahasiswa Untar.