
PEKANBARU – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq memberikan apresiasi kepada PT. Kimia Tirta Utama, atas komitmen serius dalam upaya pengurangan emisi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam kunjungannya ke Koto Gasib, Riau, Menteri LH menyampaikan rasa terima kasih atas langkah konkret yang dilakukan oleh manajemen PT KTU. Ia menyoroti bahwa kawasan seluas 6.000 hektare yang dikelola telah memiliki sistem pemantauan dan pengelolaan lingkungan yang baik, serta melibatkan peran masyarakat sekitar.
"Kami berterima kasih atas upaya serius yang disampaikan oleh Direktur dan Manajer. Area ini mencerminkan tanggung jawab para pemegang konsesi, yang juga berarti pemegang kekuatan ekonomi. Peran mereka terhadap lingkungan sekitar sangat krusial," ujar Menteri Hanif di Koto Gasib, Riau, Pekanbaru, Sabtu (10/5/2025).
Tak hanya dari perusahaan, Menteri Hanif juga mengapresiasi pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di lima desa sekitar konsesi, sebagai bentuk keterlibatan warga dalam pengawasan dan penanggulangan dini terhadap potensi karhutla.
Namun demikian, Menteri Hanif mengingatkan agar keberhasilan ini tidak membuat para pemangku kepentingan lengah. Ia meminta agar pelatihan dan penguatan kapasitas terus dilakukan, termasuk melibatkan perangkat desa hingga RT.
"Kewaspadaan harus tetap dijaga. Sentuhan ke masyarakat penting, termasuk pelatihan rutin. Ajak kepala desa, RT, agar semua merasa siap menanggulangi," ujarnya.
Dalam arahannya, Menteri Hanif juga menegaskan akan memberikan sanksi sesuai UU No. 32 Tahun 2009 bila perusahaan tidak memenuhi standar prasarana pengendalian karhutla yang telah ditetapkan.
Sebagai penutup, Menteri meminta GAPKI Riau dan para pemangku konsesi untuk terus menjalin koordinasi dan konsolidasi.
"Riau memiliki sekitar 4 juta hektare area. Kalau semuanya rapi, InsyaAllah karhutla bisa ditekan. Ini perlu komitmen kolektif dari semua pihak," pungkasnya.