Menko AHY: Proyek Giant Sea Wall Tarik Minat Investor Global

FAZ • Thursday, 8 May 2025 - 19:00 WIB

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa proyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall menarik perhatian investor asing dari berbagai kawasan, termasuk Eropa, Asia, dan Timur Tengah. 

"Iya, betul. Ini juga banyak yang bertanya, ketika kami bertemu dengan mitra-mitra sahabat dari berbagai negara, termasuk yang ada di Asia, terus juga di Eropa, dan lain-lain, termasuk Timur Tengah, mereka ingin bertanya dan ingin lebih tahu," ujar AHY di Jakarta, Kamis (8/5/2025). 

AHY menyampaikan bahwa International Conference on Infrastructure (ICI) yang akan diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang IPK menjadi forum strategis untuk memaparkan prospek proyek-proyek prioritas nasional, termasuk Giant Sea Wall, kepada investor domestik maupun global. 

"Itulah forum yang baik untuk kami bisa menjelaskan prospeknya seperti apa. Dan kita bisa membahas, mendiskusikan mekanisme kerjasamanya bagaimana yang paling tepat nanti, tentunya semua harus mendapatkan keuntungan yang baik," katanya. 

Proyek Giant Sea Wall merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan banjir rob dan penurunan muka tanah di wilayah pesisir utara Pulau Jawa.  Pembangunan tanggul laut ini diharapkan dapat melindungi kawasan pesisir dari dampak perubahan iklim dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

Dalam kesempatan tersebut, AHY juga menekankan pentingnya dukungan finansial dari berbagai sumber yang kredibel untuk memastikan efisiensi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek. 

"Sekali lagi, dukungan finansial dari berbagai sumber yang kredibel, kita akan gunakan secara baik proses yang akuntabel dan prudent ini, harapannya membuat setiap proyek itu efisien, terhindar dari segala inefisiensi apalagi kebocoran, dan pada akhirnya berdampak langsung pada masyarakat," ucap AHY. 

Lebih lanjut, AHY menambahkan bahwa gelaran ICI bukan hanya bertujuan untuk mencari sumber pendanaan, tetapi juga memperkuat kemitraan jangka panjang antara Indonesia dengan mitra internasional. 

"Karena ini kita ingin berlanjut, dan kita tidak hanya mencari sumber pendanaan tapi kita ingin memperkuat kemitraan, itu yang lebih penting lagi karena bukan hanya 1-2 proyek, kita ingin Indonesia ini akan terus menjadi gravitasi baru di kawasan, karena pembangunannya juga terintegrasi, semakin terhubung dengan dunia," tutup AHY.