
Jakarta - Pilihan menempuh jalur mandiri menjadi peuang kedua untuk dapatkan pendidikan di Perguruan Tinggi Negri. Guna mengakomodasi keinginan tersebut, proses Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri Jalur Mandiri Wliayah Barat atau SMMPTN-Barat 2025 resmi telah dimulai.
Ketua Panitia SMMPTN-Barat 2025, Prof. Ibrahim, menyampaikan bahwa pelaksanaan seleksi ini mengacu pada dua regulasi penting, yakni Peraturan Mendikbudristek Nomor 48 Tahun 2022 dan Nomor 62 Tahun 2023.
"Proses seleksi ini legal, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel," ujarnya dalam grand launching SMMPTN-Barat 2025 di Jakarta, Senin (5/5)
Peluncuran SMMPTN- Barat ini sekaligus menandai pembukaan masa pendaftaran online yang telah dimulai sejak 4 Mei 2025.
Tahun ini, sebanyak 28 perguruan tinggi negeri (PTN) dari wilayah Sumatera, Kalimantan, hingga Jawa Barat bergabung dalam SMMPTN-Barat 2025.
Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya diikuti oleh 25 PTN. Sebanyak 993 program studi (prodi) dibuka dalam seleksi ini, dengan total kuota mencapai 17.909 kursi.
Antisipasi Kecurangan
Ketua SMMPTN-Barat, Prof. Ibrahim mengatakan KPK, Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) akandilibatkan dalam pelaksanaan SMMPTN-Barat) tahun ini. Menurut Ibrahnim, hal ini bertujuan menghindari kecurangan yang kerap kali terjadi dalam ujian masuk perguruan tinggi.
"Dari pendaftaran, pelaksanaan, hingga pengumuman kita kontrol bersama. Dikontrol juga oleh Itjen Kemdiktisaintek dan melibatkan KPK, tujuannya agar mengawasi dari proses awal, perencanaan, hingga pengumuman," kata Ibrahim
Ibrahim menambahkan pelibatan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melakukan sanggah terhadap hasil seleksi.
“Ini juga kami lakukan untuk transparansi, seperti kuota perguruan tinggi,” tuturnya.
Sementara itu, Irjen Kemendikti Saintek, Dr. Chatarina M. Girsang, menyebut bertambahnya jumlah kampus peserta menunjukkan kredibilitas dan kepercayaan terhadap sistem SMMPTN-Barat yang mengedepankan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
"Transparansi dan integritas adalah kunci seleksi yang objektif dan akuntabel," katanya.
Seperti diketahui, pendaftaran SMMPTN-Barat 2025 telah dibuka pada 4 Mei 2025. Tahun ini, peserta dapat memilih 28 perguruan tinggi negeri yang berada di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Jawa bagian barat.
Peserta juga berkesempatan memilih dua dari 993 program studi dengan alokasi penerimaan sebanyak 17.909 mahasiswa. Kedua prodi yang dipilih juga masih memungkinkan untuk lintas saintek dan soshum.
"Kami juga memastikan tahapannya memberikan slot waktu bagi yang tidak lolos SNBT, ada jeda stau minggu dari pengumuman. Yang sudah lulus UTBK tidak bisa lagi mendaftar," ujar Ibrahim.
Konferensi pers grand launching SMMPTN-Barat 2025 juga dihadiri oleh: Sekretaris Eksekutif BKS-PTN Barat, Entis Halimi; Sekretaris Pokja SMMPTN-Barat, Supriyanto; Ketua BKS-PTN Barat, Marwan; Koordinator Tim Sospro SMMPTN-Barat, Teuku Kemal Fasya; Ketua Pokja SMMPTN-Barat, Suhendrayatna; dan anggota tim sospro SMMPTN-Barat, Ahmad Bahrudin.