
Bengkayang – Upaya pengawasan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang kembali diperketat dengan kehadiran anjing pelacak K9. Tim gabungan yang terdiri dari Bea dan Cukai, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) TNI, serta perwakilan PLBN telah menerjunkan K9 dalam patroli jalur tikus di perbatasan Indonesia-Malaysia, wilayah Kabupaten Bengkayang.
Langkah ini menjadi bagian dari operasi pencegahan penyelundupan narkotika yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Dalam patroli yang dilakukan, dua anjing K9 dari Bea dan Cukai Kantor Wilayah Pontianak berkolaborasi dengan satu K9 milik Satgas Pamtas TNI.
“Patroli gabungan yang melibatkan Bea dan Cukai, Satgas Pamtas, dan perwakilan PLBN dilakukan secara situasional. Apabila terindikasi adanya potensi penyelundupan, kegiatan ini dapat dilakukan tiga hingga empat kali dalam setahun, intinya menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, ujar Kepala PLBN Jagoi Babang, Misdo Jerry Purba. Sabtu (03/05/25).
Patroli dimulai dari titik 0 kilometer Indonesia, bergerak menuju jalur tikus yang dikenal masyarakat lokal sebagai "Tanah Merah." Kepala PLBN Jagoi Babang, Misdo Jerry Purba, menegaskan bahwa penerjunan K9 merupakan bagian dari operasi rutin guna mencegah peredaran gelap narkotika yang berpotensi melewati perbatasan resmi maupun jalur tidak resmi di sekitar PLBN.
"Adapun petugas dan K9 difasilitasi menginap di mess PLBN, dan rencananya anjing pelacak tersebut berada di PLBN," ujar Misdo.
K9 dari Bea dan Cukai telah aktif melakukan pemeriksaan terhadap setiap pelintas, termasuk pedagang dari Pasar Serikin Malaysia. Anjing pelacak juga menyisir seluruh sudut PLBN, mencari tanda-tanda penyelundupan narkotika.
Langkah ini menjadi salah satu bentuk keseriusan pemerintah dalam mengamankan perbatasan dan mencegah masuknya barang terlarang ke wilayah Indonesia.