Education Expo 2025, Bupati Tanah Laut: Bahasa Banjar di Luar Daerah jadi Penguat Rasa Kekeluargaan

AKM • Saturday, 3 May 2025 - 09:38 WIB
Bupati Tanah Laut Kalimantan Selatan, H. Rahmat Trianto Buka Education Expo 2025 di Pelaihari (Istimewa)

Pelaihari – Ada momen menarik saat Bupati Tanah Laut Kalimantan Selatan, H. Rahmat Trianto, menyampaikan sambutannya dalam pembukaan Education Expo 2025 di Pelaihari, Rabu (30/4).

Di tengah pesan seriusnya tentang pentingnya menjaga budaya daerah, ia menyelipkan guyonan yang mengundang tawa hadirin.

“Saya ingin dengar bagaimana Bahasa Banjar yang benar, sekarang saya lihat bahasa Banjar kasar terus,” ujarnya sambil tersenyum disambut gelak tawa peserta.

Bupati juga menyinggung pentingnya menjaga dan menggunakan bahasa daerah sebagai jati diri dan identitas.

Ia menceritakan pengalamannya saat ke Rusia, di mana kegiatan keagamaan harus dilakukan diam-diam. Dari situ, ia menegaskan bahwa penggunaan Bahasa Banjar di luar daerah menjadi penguat rasa kekeluargaan.

“Kalau di luar daerah ada yang pakai Bahasa Banjar, rasanya itu seperti bagian dari keluarga kita. Makanya bahasa ini harus kita jaga,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berharap kegiatan Expo tidak hanya sekadar lomba, tetapi menjadi sarana pembelajaran, penguatan tradisi, dan pengembangan diri siswa.

Education Expo digelar hingga Minggu (4/5/2025) esok. Mengusung tema "Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua".

Pada Expo ini tidak hanya digelar pameran dari berbagai lembaga pendidikan, tetapi juga beragam lomba bernuansa lokal. Diantaranya lomba membaca puisi bahasa Banjar, menyanyi lagu Banjar, Bakisah Bahasa Banjar serta Fashion Show on the street.

Disisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut, Abdillah mengatakan, kegiatan ini menjadi ajang apresiasi dan unjuk karya pendidikan di Tanah Laut.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut, Myrza Fazrina menambahkan, kegiatan ini bentuk upaya membangkitkan kembali rasa kebanggan terhadap identitas lokal.

“ Kegiatan ini menjadi upaya untuk bamgkitkan kembali rasa bangga terhadap Identitas lokal,” tandasnya.