Anggota Komisi V DPR Adian Napitupulu Akan Terus Perjuangkan Aspirasi Ojol Terkait Potongan Aplikator 10 Persen

ANP • Thursday, 1 May 2025 - 12:53 WIB

JAKARTA - Dalam semangat memperjuangkan hak-hak para driver online dan ojol, Pena 98 menggelar Diskusi Publik Driver Online dengan tema "Menguji Tuntutan Potongan Aplikator 10 Persen - Kenapa Harus 10%?". Diskusi yang menghadirkan perwakilan driver, pakar transportasi daring, pengamat kebijakan publik, serta pihak-pihak terkait lainnya ini bertujuan memperjelas alasan tuntutan batasan potongan maksimal 10% terhadap penghasilan driver serta mendorong solusi yang berkeadilan bagi semua pihak.

Diskusi yang dihadiri oleh ratusan driver online R4 dan R2, di Graha Pena 98, Jl. Hos Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 30 April 2025. 

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDIP Adian Napitupulu mengatakan pihaknya akan terus memperjuangkan aspirasi dari para pengemudi roda dua dan empat soal potongan aplikator menjadi sepuluh persen, dan saat ini di Komisi V DPR RI, beberapa koleganya mendukung dan ikut memperjuangkan potongan sepuluh persen dari pihak aplikator transportasi online.

"Kami punya banyak sekali data yang bisa diperdebatkan ke pihak aplikator. Perjuangan saya, adalah perjuangan politik. Perjuangan politik itu artinya memperjuangkan itu menjadi regulasi kebijakan. Begitu saja," ujarnya, seraya menambahkan, diskusi dengan driver online R4 dan R2 adalah demi memperkuat data di parlemen guna memperjuangkan aspirasi memangkas potongan aplikator.

Sementara itu perwakilan driver online R2 Kemed menyatakan selama ini dirinya dan para rekan-rekan sangat tercekik akibat potongan-potongan dari aplikator yang sangat tinggi, bahkan hingga mencapai 30 persen. Kemed menekankan bahwa para ojek online siap melakukan perlawanan terhadap aplikator. Mewakili rekannya sesama pengemudi ojek online, dia menyampaikan terima kasih kepada jajaran Komisi V DPR RI, khususnya Adian Napitupulu yang telah memperjuangkan aspirasi mereka.

“Jadi mengapa ada gerakan potongan 10 persen ini. Bahwa ini adalah gerakan perlawanan kita sekaligus menolak arogansi aplikator yang sangat manipulatif. prinsipnya, setelah kami mendengarkan pernyataan Bang Adian dan teman-teman di Komisi V yang memperjuangkan potongan aplikator 10 persen. Kami sangat berterima kasih karena abang dan rekan-rekan mau turun ke bawah dan mendengarkan aspirasi kami,” kata dia.

Sejumlah narasumber hadir dalam dialog terbuka ini, seperti driver online R4 Aries Renaldi, pengamat transportasi Eddy Suzendi, dan perwakilan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Koalisi Ojol Nasional sendiri sebelumnya telah mengadu ke Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI dan diterima lewat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/4/2025). Mereka mengeluh para pengemudi ojek online (Ojol) seperti dieksploitasi oleh perusahaan lantaran belum diakui oleh negara.