
JAKARTA — Ajang kompetisi puisi berbahasa Mandarin bertajuk Mandarin Champion 2025 sukses digelar oleh ChineseRd, lembaga kursus bahasa Mandarin asal Shenzhen, Tiongkok, bekerja sama dengan Universitas Bunda Mulia (UBM), Jakarta. Kegiatan yang bertujuan untuk mengasah kemampuan bahasa Mandarin generasi muda Indonesia ini berhasil menarik perhatian lebih dari 1.800 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Kompetisi ini terbagi dalam tiga kategori: Kategori A untuk siswa SMP (13-15 tahun), Kategori B untuk siswa SMA/K (16-18 tahun), dan Kategori C untuk mahasiswa (19-22 tahun). Para peserta menunjukkan kefasihan berbahasa serta pemahaman mereka terhadap sastra Tiongkok melalui penampilan yang dinilai menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dari aplikasi ChineseRd Plus.
Setelah melalui babak penyisihan dan semifinal yang berlangsung secara daring dari 15 Februari hingga 28 Maret 2025, sebanyak 30 finalis terbaik tampil secara langsung di babak final yang digelar di Kampus Universitas Bunda Mulia, Jakarta, pada 26 April 2025.
Daftar Pemenang Mandarin Champion 2025:
Kategori A (SMP):
• Juara 1: Denzel Julio
• Juara 2: Michael Savio Irawan
• Juara 3: Gao Shi Shi
Kategori B (SMA/K):
• Juara 1: Kenzo Rojano Lorent
• Juara 2: Yuane Kang
• Juara 3: Jesslyn Zhang
Kategori C (Mahasiswa):
• Juara 1: Vinnie Hidayat
• Juara 2: Daniel Alfonso
• Juara 3: James Madison
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UBM, Hilarius Bambang Winarko, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para peserta.
“Kompetisi ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM yang siap bersaing di dunia internasional, khususnya dalam penguasaan bahasa Mandarin,” ujarnya.
Sementara itu, Guo Xinlin, Founder & Chairman of ChineseRd, menuturkan bahwa kompetisi ini merupakan bagian dari misi mereka untuk membuka akses pembelajaran bahasa Mandarin secara lebih luas di Indonesia.
“Selain hadiah ratusan juta rupiah, kami juga memberikan beasiswa penuh di UBM dan kursus daring sebagai bentuk dukungan kepada para peserta,” ungkapnya.
Guo menambahkan bahwa partisipasi lebih dari 1.800 kontestan menunjukkan minat tinggi masyarakat Indonesia terhadap bahasa Mandarin.
“Setiap peserta menjadi jembatan budaya yang memperkenalkan nilai-nilai Tiongkok ke masyarakat Indonesia. Tahun depan, kami berencana menggandeng lebih banyak universitas di berbagai daerah," lanjut Guo.
Kompetisi ini turut mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia. Wang Siping, Konselor Kebudayaan, yang hadir dalam acara final, memuji inisiatif ini sebagai jembatan budaya yang mempererat hubungan Tiongkok-Indonesia. Ia menekankan pentingnya pertukaran budaya melalui bahasa sebagai dasar pemahaman lintas negara.