
Tangerang – Universitas Mercu Buana Jakarta melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Tangerang sukses menyelenggarakan Program Pengabdian Masyarakat dengan tema utama "KIAT – KIAT FINANCE DAN MARKETING UNTUK BISNIS UMKM YANG SUSTAINABLE".
Program pengabdian masyarkat ini dibuka oleh bapak Suli Rosadi, S.Sos selaku Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Kota Tangerang. Selain itu, bapak Musokib selaku perwakilan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Tangerang dalam sesi wawancara menyatakan bahwa “Pihak dinas menyambut baik kegiatan ini sebagai wujud kolaborasi antara pemerintah kota Tangerang dan Universitas Mercu Buana sebagai bentuk upaya memajukan UMKM Kota Tangerang”. Selain itu, beliau juga menyampaikan agar kegiatan ini tidak berhenti sampai disini karena masih terdapat banyak para pelaku UMKM yang sulit menggunakan teknologi AI dan media sosial sehingga kegiatan ini diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM, khususnya di Kota Tangerang.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan bisnis modern melalui pelatihan dan pendampingan berbasis keilmuan dan teknologi terkini. Acara ini turut menghadirkan sejumlah dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana sebagai pemberi materi yang bermanfaat bagi para pelaku UMKM di Kota Tangerang.
Ibu Putri Andiri Ferranti, S.E, MSM menjadi pembuka materi pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan judul “Integrasi Keuangan Berbasis Produk untuk Mengoptimalkan Profitabilitas dan Sustainabilitas Usaha”.
Dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat, Ibu Putri Andari Ferranti, S.E., M.S.M., menekankan pentingnya Integrasi Keuangan Berbasis Produk sebagai strategi untuk mengoptimalkan profitabilitas dan menjaga keberlanjutan usaha. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa keuangan berfungsi sebagai "bahasa perusahaan" yang mengukur kinerja bisnis secara objektif, dengan fokus pada margin kotor, margin kontribusi, serta konsep Direct Product Profitability (DPP). Melalui pendekatan ini, perusahaan didorong untuk lebih cermat dalam mengelola margin, biaya variabel, serta pengeluaran pemasaran berdasarkan data yang akurat, sehingga dapat memperkuat daya saing dan ketahanan usaha di tengah dinamika pasar.
Bapak Indra Raharja, S.T, MBA menjadi pemberi materi ke 2 dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan judul materi “Pelatihan Business Model Canvas untuk Mencapai Keberlangsungan Usaha di Dinas Perindustrian dan UMKM Kota Tangerang”. Business model canvas merupakan model bisnis yang saat ini sering digunakan.
Pelatihan ini membekali peserta dengan keterampilan menyusun model bisnis yang efektif dan berkelanjutan melalui pemahaman sembilan komponen utama Business Model Canvas, seperti segmentasi pelanggan, proposisi nilai, saluran distribusi, hingga struktur biaya. Melalui diskusi interaktif dan studi kasus, termasuk simulasi usaha kuliner “Dapur Coklat”, peserta dilatih untuk mengidentifikasi target pasar, membangun hubungan pelanggan, mengelola sumber daya, serta mengoptimalkan strategi pendapatan dan biaya. Pelatihan ini diharapkan mampu membantu pelaku UKM di Kota Tangerang dalam merancang peta bisnis yang inovatif dan adaptif terhadap perubahan pasar.
Bapak Muhammad Nashar, SE,MBA menyampaikan materi yang berjudul “SOSIALISASI PENGURANGAN FOOD WASTE RUMAH TANGGA SEBAGAI BAGIAN DARI PENERAPAAN EKONOMI SIRKULAR (ECONOMIC CIRCULAR)”. Materi sosialisasi yang disampaikan oleh Muhammad Nashar, S.E., M.B.A., bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sisa makanan secara bijak dalam rangka mendukung keberlanjutan lingkungan.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang tahun 2024 dari total 1.381,53 ton timbulan sampah harian, sisa makanan menjadi penyumbang terbesar, yakni sebesar 57 persen, sehingga pengurangan food waste di tingkat rumah tangga menjadi prioritas strategis. Dalam sosialisasi ini, diperkenalkan transisi pendekatan dari konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) menuju penerapan ekonomi sirkular yang berfokus pada penggunaan ulang sumber daya, minimalisasi limbah sejak awal, dan integrasi kegiatan ekonomi dengan pelestarian lingkungan. Peserta juga diajak memahami potensi pemanfaatan food waste menjadi produk bernilai seperti kompos, pupuk organik, pakan ternak, dan biogas, serta diperkenalkan praktik sederhana seperti belanja sesuai kebutuhan, memilah sampah organik, serta menyimpan makanan dengan tepat. Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendidikan, pengurangan food waste ini diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada target konsumsi dan produksi berkelanjutan serta penanganan perubahan iklim.
Bapak Muhammad Torik, PhD dan Amal Jamaludin, S.Sn menyampaikan materi untuk para pelaku UMKM di Kota Tangerang “KALIGRAFI SUFI”. Kaligrafi Kufi merupakan bentuk seni menulis Arab berbentuk kotak, diperkenalkan sebagai salah satu potensi usaha baru.
Dalam sesi ini, para peserta secara langsung dijelaskan bagaimana proses pembuatan dan jenis kaligrafi Kufi dengan contoh goody-bag menggunakan cat sekaligus memahami proses kreatif dalam mengubah karya seni menjadi produk bernilai ekonomi. Selain mengasah keterampilan seni, pelatihan ini juga mendorong peserta menjawab pertanyaan kunci dalam wirausaha, seperti menentukan produk, strategi penjualan, target pasar, serta analisis biaya. Melalui pengembangan usaha berbasis seni tradisional seperti kaligrafi Kufi, diharapkan tercipta peluang lapangan kerja baru sekaligus upaya melestarikan budaya, dengan produk kreatif yang mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional.
Selanjutnya, Ibu Cut Edwina Safia Oebit, S.E, M.M., memberikan materi kepada para peserta selaku UMKM di Kota Tangeran dengan judul “PELATIHAN PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI WADAH KREATIF DALAM MEMBANGUN USAHA UMKM”. Media sosial pada saat ini sangat bermanfaat dalam memasarkan setiap produk penjualan pada saat ini untuk mendapatkan target pasar yang lebih luas.
Pemberian materi ini bertujuan membekali peserta dengan pemahaman dasar penggunaan media sosial secara optimal yang diawali dengan strategi pembuatan konten menarik, pemilihan platform yang sesuai, dan teknik membangun brand awareness. Peserta diperkenalkan pada berbagai macam platform, seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan Twitter. Selain itu, peserta juga diajarkan teknik praktis membuat foto dan video produk yang menarik, merancang caption persuasif hingga mengelola akun media sosial secara efisien sebagai upaya dukungan memajukan pelaku UMKM agar dapat lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, mengoptimalkan media sosial untuk memperluas pasar, meningkatkan omzet, memperkuat posisi usaha mereka di era ekonomi digital, konsistensi, dan strategi yang tepat.
Bapak Hery Derajad Wijaya, S.Kom.,M.M., menyampikan materi kepada para pelaku UMKM di program pengabdian masyarakat ini dengan judul “Membangun Brand Awareness UMKM Secara Bekerlanjutan dengan Teknologi AI dan Media Sosial”. Hal ini di karenakan brand awareness merupakan salah satu faktor kunci yang menentukan keberhasilan bisnis dari para perlaku UMKM.
Pemberian materi ini membekali para peserta dengan pemahaman pentingnya brand awareness dan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung proses branding. Peserta diperkenalkan dengan berbagai tools seperti Canva, Microsoft Designer, Leonardo AI, Pictory, Lumen5, Copy.ai, Rytr, ChatGPT, Trello, dan Notion AI. Selain itu, para peserta juga diberikan arah dalam membuat logo, caption promosi, dan mengatur tanggal upload konten. Pelatihan ini juga menekankan pentingnya konsistensi visual, gaya komunikasi, storytelling produk, dan pembuatan konten edukatif untuk membangun hubungan kuat dengan konsumen. Dengan pelatihan ini, diharapkan UMKM mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan interaksi, dan memperkuat daya saing di era global.
Dalam upaya mempercepat digitalisasi transaksi di sektor usaha kecil dan menengah, Pengabdian Masyarakat ini memberikan materi yang berjudul "Implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi UMKM di Kota Tangerang" yang dipaparkan oleh ibu Rona Tumiur Mauli Carolin Simorangkir, SE., MM. Pemberian materi ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai QRIS yang diluncurkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) pada 17 Agustus 2019. QRIS memungkinkan berbagai aplikasi pembayaran, seperti GoPay, OVO, DANA, dan ShopeePay untuk digunakan dalam satu kode QR yang tentunya telah mempermudah transaksi non tunai dan meningkatkan inklusi keuangan.
Dalam sesi ini peserta mendapatkan informasi mengenai manfaat QRIS dan mereka juga diajarkan cara menggunakan QRIS, baik QRIS Statis untuk pembayaran dengan nominal manual, maupun QRIS Dinamis yang otomatis menampilkan jumlah pembayaran. Ibu Rona menekankan bahwa QRIS merupakan langkah menuju cashless society di Indonesia dan pentingnya edukasi lebih lanjut kepada masyarakat mengenai penggunaan teknologi ini. Salah satu contoh QRIS yang dapat di manfaatkan pelaku UMKM ialah QRIS Bank Mandiri. QRIS Bank Mandiri membantu para pelaku UMKM dengan memberikan kepraktisan, kecepatan transaksi, keamanan data, dan efisiensi biaya. Dengan pelatihan ini, diharapkan pelaku UMKM di Kota Tangerang dapat meningkatkan daya saing bisnis mereka melalui digitalisasi transaksi dan memberikan kontribusi dalam kemajuan ekonomi digital Indonesia.
Terakhir, Bapak Chairiel Octaviar, S.E, M.M menyampaikan materi yang berjudul “SISTEM PEMBAYARAN DIGITAL DENGAN QRIS DALAM UPAYA MENCEGAH PENERIMAAN UANG DIRAGUKAN KEASLIANNYA UNTUK KEBERLANGSUNGAN USAHA MASYARAKAT DI WILAYAH KOTA TANGERANG”. Materi ini juga sebagai upaya dalam meningkatkan literasi keuangan dan mendorong transformasi digital di kalangan pelaku usaha,
Penggunaan sistem pembayaran digital bagi pelaku usaha di Kota Tangerang dengan adanya QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) telah menjadi sistem pembayaran CEMUMUAH (Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal). Bapak Chairiel Oktaviar, S.E, M.M juga menekankan bahwa QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membantu mengelola keuangan usaha secara lebih aman dan efisien termasuk dengan fitur terbaru QRIS TUNTAS yang memungkinkan tarik tunai, transfer, dan setor tunai melalui kode QR. Selain itu, peserta diajarkan teknik identifikasi keaslian uang rupiah menggunakan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) dan alat bantu seperti sinar ultraviolet serta kaca pembesar sesuai standar Bank Indonesia.
Setelah seluruh materi disampaikan oleh dosen – dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universites Mercu Buana, Program pengabdian masyarakat ini di tutup dengan pengisian kuesioner oleh seluruh peserta selaku para pelaku UMKM di Kota Tangerang.
Dengan adanya kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen Universitas Mercu Buana berharap seluruh materi yang diberikan dapat menjadi bekal berharga bagi para pelaku UMKM di Kota Tangerang untuk meningkatkan daya saing, memperluas pasar, menerapkan inovasi berbasis teknologi, serta mewujudkan usaha yang lebih berkelanjutan dan adaptif di era digital.