
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyelesaiikan penyelenggaran pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada disejunlah daerah termasuk di Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu. Namun, kehawatiran adanya dugaam pelanggaran Pilkada yang aakan merusak demokrasi masih terus disuarakan masyarakat.
Ratusan warga mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bengkulu Selatan di Jalan Fatmawati Soekarno, Kampung Baru, Kecamatan Manna, Kamis (24/4).
Mereka menyampaikan aspirasi agar Bawaslu Bengkulu Selatan menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang disebut-sebut terjadi menjelang pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada. Aspirasi tersebut datang dari pendukung pasangan calon nomor urut 2, Suryatati-Ii Sumirat.
Koordinator aksi, Lupti, mengungkapkan harapan agar Bawaslu menelusuri lebih lanjut insiden penghadangan terhadap salah satu calon yang terjadi pada malam sebelum pencoblosan. Menurutnya, kejadian itu berpotensi mempengaruhi persepsi pemilih.
“Kami datang dengan harapan laporan kami mendapat perhatian yang serius dan ditindaklanjuti secara proporsional,” ujar Lupti, dalam keterangan tertulis kepada Media.
Senada, orator lainnya, Emi Aprina, menyebut beredarnya informasi yang belum terverifikasi menjelang hari pemungutan suara berdampak pada antusiasme sebagian pendukung untuk datang ke TPS
“ Saya berharap lembaga pengawas bisa menjaga proses demokrasi tetap bersih dan berintegritas,” pungkasnya.