Gelar Halal Bihalal, Rektor Untar: Momen Strategi Pererat Persaudaraan dan Bangun Kebersamaan

AKM • Thursday, 24 Apr 2025 - 12:41 WIB
Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M Dalam Memberikan Sambutan dalam Acara Halal Bihalal di Kampus Untar Jakarta (Istimewa)

Jakarta— Momen merayakan Idulfitri 1446 H dan mempererat tali silaturahmi memiliki makna mendalam dalam kebersamaan. Universitas Tarumanagara (Untar) menyelenggarakan acara Halalbihalal Keluarga Besar Untar 2025 dengan tema “Harmoni dalam Keberagaman, Sinergi Menuju Kemenangan”. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Lantai 8, Kampus I Untar, dan dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan yayasan, universitas, fakultas, hingga program studi.

Turut hadir Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H., Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M., Wakil Rektor Untar Sri Tiatri, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog, serta para pimpinan dan dosen di lingkungan kampus.

Kegiatan ini semakin semarak dengan penampilan seni budaya Rampak Bedug dan Tari Piring, sebagai simbol harmonisasi dan kekayaan budaya dalam lingkungan akademik yang inklusif dan multikultural.

Dalam sambutannya, Rektor Untar Prof. Amad Sudiro menekankan pentingnya memperkuat nilai kebersamaan pasca-Ramadan.

“Halalbihalal ini adalah momen strategis untuk mempererat persaudaraan dan membangun kebersamaan. Keberagaman adalah kekuatan, dan melalui sinergi dalam kebersamaan, kita siap melangkah membawa Untar semakin maju,” ujarnya, Jakarta, Rabu (24/4).

Sementara itu, Prof. Ariawan Gunadi menyampaikan bahwa Hari Raya Idulfitri menjadi saat untuk meneguhkan persatuan di tengah perbedaan.

 “Meskipun berbeda latar belakang, kita satu keluarga besar. Halalbihalal ini adalah wujud syukur dan rasa saling menghargai yang perlu terus kita jaga sebagai fondasi pertumbuhan Untar ke depan,” jelasnya

Pengembangan Kampus 

Rektor Untar Prof. Amad Sudiro  juga memaparkan arah strategis pengembangan kampus, termasuk perluasan kerja sama internasional.

“Internasionalisasi menjadi salah satu prioritas strategis kami tahun ini. Kolaborasi terbaru kami dengan Kun Shan University di Taiwan menjadi langkah awal dalam penguatan jejaring global,” tuturnya.

Disisi lain, Prof. Ariawan menambahkan bahwa Yayasan Tarumanagara mendukung penuh langkah ini, salah satunya dengan meresmikan Untar Residence (URes), fasilitas asrama baru berkapasitas 163 kamar yang berada di dalam area kampus.

“URes menjadi fasilitas penting yang mendukung pertukaran pelajar baik dalam negeri maupun luar negeri, sekaligus merepresentasikan semangat keberagaman dan kemajuan,” ungkapnya.

Dukung Pembagian Jurusan IPA- IPS

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UntaR Prof. Dr. Amad Sudiro menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pengembalian sistem penjurusan di tingkat SMA yang mengelompokkan siswa ke dalam jurusan IPA , IPS, dan Bahasa. Ia menilai kebijakan ini sebagai langkah positif yang dapat meningkatkan fokus dan motivasi belajar siswa sejak dini. 

“Saya sih berpandangan bahwa itu baik ya. Karena dari awal sudah fokus, artinya perlu konsentrasi itu. Karena memang sekarang ini kan dibutuhkan kekhususan-kekhususan sehingga arahnya lebih jelas nanti ke depannya,” jelasnya.

Menurutnya, sistem peminatan yang lebih spesifik seperti IPA, IPS, dan Bahasa akan memudahkan proses pembelajaran menjadi lebih terarah, baik dari sisi materi maupun tujuan pendidikan. Ia juga menilai bahwa dengan penjurusan, siswa dapat mengembangkan minat dan bakat sesuai bidang yang mereka sukai sejak awal. Lebih lanjut, Amad Sudiro juga menanggapi persoalan siswa yang salah jurusan atau merasa tidak sesuai dengan bidang studi yang dipilih.

 “Kadangkala kalau dari awal tidak diarahkan, maka sifatnya jadi terlalu general. Padahal kalau dari awal sudah ada penjurusan, siswa bisa lebih paham penguatan pelajaran apa yang akan mereka dalami,” ungkapnya.