Film UNTIL DAWN, Horor Berulang yang Mencekam dan Menegangkan

FAZ • Thursday, 24 Apr 2025 - 09:06 WIB

Sutradara : David F. Sandberg
Naskah : Blair Butler dan Gary Dauberman
Produseri : Asad Qizilbash, Carter Swan, David F. Sandberg, Lotta Losten
Pemeran: Ella Rubin, Michael Cimino, Odessa A’zion, Ji-young Yoo, Belmont Cameli, Maia Mitchell
dan Peter Stormare
Durasi : 1 jam 43 menit
Genre : horor
Berdasarkan video game dari PlayStation Studios

Film adaptasi dari game Until Dawn resmi tayang di bioskop-bioskop Indonesia, Rabu (23/4/2025).

Setahun setelah hilangnya Melanie secara misterius, Until Dawn membawa penonton ke dalam perjalanan menegangkan yang melintasi waktu dan teror. Disutradarai oleh David F. Sandberg (Lights Out, Annabelle: Creation), Until Dawn menggabungkan berbagai subgenre horor ke dalam satu narasi yang inovatif dan memacu adrenalin.

*Plot dan Konsep* 

Cerita berpusat pada Clover dan sekelompok temannya yang menyusuri lembah terpencil yang terletak di Pennsylvania untuk mencari jejak Melanie. Namun, pencarian itu berubah menjadi mimpi buruk ketika mereka satu per satu diburu dan dibunuh oleh sosok bertopeng misterius hanya untuk bangun kembali di awal malam yang sama. Dengan waktu yang terus berulang dan kematian yang terus mengintai, mereka harus bertahan hingga fajar. Tantangannya? Sang pembunuh berubah setiap malam, dan mereka hanya punya jumlah “kematian” terbatas.

Premis time loop ini bukan hanya gimmick, tapi menjadi fondasi naratif yang kuat. Alih-alih mengulang hal yang sama, tiap malam menyajikan teror baru dengan nuansa horor yang berbeda, mulai dari slasher, supranatural, hingga makhluk mengerikan. Penonton diajak merasakan sensasi seolah menonton beberapa film horor dalam satu paket.

*Penampilan dan Produksi*

Dengan jajaran pemain muda berbakat seperti Ella Rubin, Michael Cimino, Odessa A’zion, dan Maia Mitchell, Until Dawn berhasil menghadirkan dinamika karakter yang hidup dan emosional. Visual menakutkan diperkuat oleh sinematografi Maxime Alexandre, sementara skor musik garapan Benjamin Wallfisch memperdalam atmosfer mencekam sepanjang film.

Setiap elemen produksi terasa matang dan penuh detail. Salah satunya adalah jam pasir raksasa di pusat pengunjung tempat mereka terjebak, simbol waktu yang terus berjalan dan kematian yang tak terhindarkan. Produser Lotta Losten bahkan menyebut jam pasir ini sebagai “jiwa” dari Until Dawn yang misterius sekaligus memikat secara visual.

*Adaptasi Game yang Sukses*

Sebagai adaptasi dari game populer PlayStation Studios, Until Dawn bukan sekadar penjiplakan, tapi ekspansi dunia game yang cerdas. Sandberg dan penulis Gary Dauberman (bersama Blair Butler) menciptakan cerita dan karakter baru yang tetap menghormati akar game-nya. Until Dawn cocok untuk penonton baru maupun penggemar lama, dengan banyak easter egg tersembunyi yang akan memuaskan mata tajam para gamer.

*Kesimpulan*

Until Dawn adalah penghormatan penuh cinta pada genre horor, dikemas dalam narasi berani dan segar. Dengan atmosfer tegang, kejutan tak terduga, dan eksplorasi tema kematian yang filosofis, Until Dawn menawarkan lebih dari sekadar jump scare. Ini adalah salah satu film horor yang tidak hanya menakutkan, tapi juga menggugah pikiran tentang waktu, pilihan, dan pengorbanan.

Apakah anda siap mati demi bisa bertahan hidup?