
JAKARTA - Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Hendropriyono menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pemanfaatan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif oleh industri semen.
Menurut Wamen LH Diaz, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan pengelolaan sampah nasional menuju 2029. Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah menjadikan sektor industri, seperti semen, sebagai offtaker RDF dari fasilitas pengolahan sampah regional.
“Ini pihak yang akan menjadi offtaker untuk mengelola sampah RDF dari TPPAS Lulut Nambo, dan tadi kita juga sudah bicara dengan Sekda Jawa Barat terkait komitmennya untuk memasok sampah sesuai kebutuhan Indocement,” kata Diaz ditemui usai kunjungan ke fasilitas RDF milik PT Indocement Tunggal Prakarsa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/4/2025).
Diaz mengungkapkan, fasilitas RDF Indocement di Kabupaten Bogor memiliki kapasitas pengolahan hingga 2.500 ton sampah per hari. Namun saat ini, pasokan yang diterima baru sekitar 1.000 ton per hari, dengan 450-500 ton berasal dari TPST Bantargebang.
“Dengan kerja sama antara Kementerian Lingkungan Hidup, Pemprov Jawa Barat, dan pihak swasta, kita harapkan bisa mempercepat penyelesaian permasalahan sampah di Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat (Jabar), Herman Suryatman mengatakan pentingnya optimalisasi Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo, yang saat ini masih belum beroperasi maksimal.
“Masih jauh panggang dari api. Dari kapasitas 2.300 ton per hari, saat ini Lulut Nambo baru menangani sekitar 50 ton per hari. Maka dari itu, kami dari Pemprov Jawa Barat, sesuai arahan gubernur, siap mengoptimalkan operasionalnya secara bertahap,” ucap Herman.
Pemerintah daerah menyatakan komitmennya dalam mendukung percepatan dan optimalisasi pengelolaan sampah di wilayah Jawa Barat sebagai bagian dari solusi lingkungan berkelanjutan.