Bayer Luncurkan bicaraperempuan.com untuk Tingkatkan Akses Informasi Kesehatan Reproduksi bagi Perempuan Indonesia

MUS • Tuesday, 22 Apr 2025 - 12:37 WIB

Jakarta – Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Bayer Indonesia secara resmi meluncurkan bicaraperempuan.com, sebuah platform digital yang dirancang khusus untuk memberdayakan perempuan Indonesia melalui akses terhadap informasi akurat dan terpercaya seputar kesehatan reproduksi. 

Website ini menghadirkan beragam konten edukatif yang mudah dipahami mengenai topik-topik penting seperti kontrasepsi, endometriosis, hiperandrogen, perdarahan menstruasi berat (PMB), hingga menopause.

Selain itu, kehadiran akun Instagram dan Facebook @bicaraperempuan memperluas jangkauan edukasi di ranah digital, menjangkau komunitas perempuan Indonesia secara lebih luas.

Riaz Buksh, Country Division Head Bayer Pharmaceuticals Indonesia, Malaysia, Singapura Cluster menjelaskan, “Bayer telah menemani perempuan di dunia selama lebih dari 100 tahun dan terus berkomitmen untuk mendukung perempuan di Indonesia terkait kesehatan reproduksinya. Peluncuran bicaraperempuan.com menjadi langkah nyata kami dalam memberikan informasi yang dibutuhkan perempuan Indonesia agar dapat mengambil keputusan kesehatan secara mandiri dan bijak.”

Meningkatkan kesehatan, hak, dan status ekonomi perempuan merupakan langkah besar dalam mendorong kesetaraan gender. Ketika perempuan mulai mengambil peran penting di berbagai bidang masyarakat, termasuk dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan terkait kesehatan keluarga, kebutuhan untuk mengatasi masalah kesehatan khusus perempuan pun semakin meningkat, termasuk pendekatan yang disesuaikan untuk kebutuhan yang belum terpenuhi.

dr. Boy Abidin, SpOG, Subsp. FER, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis
Fertilitas Endokrinologi Reproduksi menjelaskan, “Akses terhadap informasi tentang kesehatan reproduksi perempuan yang akurat dan mudah dipahami harus terus ditingkatkan. Hingga saat ini, masih banyak perempuan yang merasa malu atau enggan membicarakan topik menstruasi atau gangguan reproduksi, dan akibatnya mereka justru tidak menyadari dampak yang mungkin akan mereka hadapi kelak.”

Kesehatan reproduksi sering kali dibayangi stigma dan kurangnya informasi yang valid. Banyak perempuan masih menormalisasi dan merasa tabu membicarakan isu seperti nyeri haid berlebih atau PMB, padahal kondisi tersebut bisa berdampak serius, seperti anemia dan penurunan kualitas hidup. 

PMB sendiri dialami oleh 1 dari 3 perempuan, mengacu pada perdarahan menstruasi yang berlangsung lebih dari tujuh hari atau volume darah yang berlebihan dari kondisi normal.

Selain perdarahan menstruasi berat, masalah reproduksi yang kerap terlambat diagnosis yaitu endometriosis. Endometriosis secara global memengaruhi sekitar 1 dari 9 perempuan usia produktif, namun sering kali terlambat terdiagnosis akibat minimnya kesadaran dan pengetahuan.

Sebagai platform digital inisiatif Bayer Indonesia untuk menyediakan informasi terkini dan terpercaya mengenai kesehatan reproduksi perempuan di Indonesia, bicaraperempuan.com diharapkan mampu menjadi sumber edukasi yang mudah diakses, mendorong kesadaran masyarakat, serta memberdayakan perempuan Indonesia untuk lebih memahami dan mengelola kesehatannya secara mandiri dan berkelanjutan. (AYN)