.jpeg)
JAKARTA — Menyusul gangguan layanan yang terjadi akibat proses pemulihan sistem internal, Bank DKI mendapat dukungan dari sejumlah tokoh publik dan pejabat penting di Jakarta. Mereka menegaskan bahwa dana dan data nasabah tetap aman, serta meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan jaminan bahwa dana para nasabah Bank DKI tidak terdampak oleh gangguan layanan. Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan memanfaatkan alternatif layanan yang telah disediakan.
“Intinya, kami memberikan jaminan kepada nasabah Bank DKI di mana saja, di cabang apa saja, dananya dijamin oleh Bank DKI,” kata Pramono dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (19/4/2025).
Senada dengan itu, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa, juga menegaskan bahwa gangguan yang terjadi murni disebabkan oleh masalah sistem. Ia memastikan tidak ada dana nasabah yang hilang atau berkurang.
“Nasabah Bank DKI itu tidak perlu khawatir karena memang dipastikan Bank DKI itu dana nasabah 100 persen aman,” ujarnya.
Andri juga menjelaskan bahwa sistem layanan perbankan melibatkan berbagai pihak, bukan hanya Bank DKI. “Di situ ada Bank Indonesia, kemudian ada BI Fast, dan juga ada OJK,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, mengimbau masyarakat agar tidak mengikuti ajakan untuk mengosongkan rekening di Bank DKI. Ia menekankan bahwa Bank DKI adalah aset milik Pemprov DKI yang selama ini memberikan kontribusi dividen terbesar bagi pembangunan daerah.
“Jangan ikuti ajakan untuk mengosongkan. Karena ini kan aset kita, aset Pemda, aset DKI,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari sektor usaha, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang juga turut bersuara dengan berharap nasabah tidak terprovokasi ajakan untuk mengosongkan rekening Bank DKI.
Menurut Sarman, saat ini Bank DKI merupakan salah satu Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbesar di Indonesia sehingga memiliki peran penting dalam perputaran ekonomi dan pembangunan di Jakarta.
“Bank DKI bukan hanya sekedar tempat menyimpan uang nasabah. Namun bank tersebut juga berperan dalam pembangunan dan perputaran ekonomi di Jakarta. Karena Bank DKI juga mempunya berbagai program sosial untuk masyarakat seperti pemberdayaan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) yang telah terbukti menjadi penopang ekonomi negeri ini. Khususnya Jakarta,” ungkap Sarman
Ia juga menyebutkan bahwa masalah ini memang murni karena permasalahan sistem layanan yang terhubung dengan beberapa pihak.
"Kan yang namanya sistem layanan itu bukan hanya melibatkan Bank DKI saja. Tapi disitu ada Bank Indonesia, kemudian ada BI Fast, dan juga ada OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," tutur dia.
Sebagai bentuk respons terhadap gangguan sistem, Bank DKI tetap menyediakan alternatif layanan yang dapat digunakan nasabah. Layanan operasional tetap berjalan di seluruh kantor cabang dan cabang pembantu, seperti transaksi setor dan tarik tunai, pemindahbukuan antar rekening Bank DKI maupun antar bank melalui SKNBI dan RTGS.
Selain itu, nasabah juga dapat memanfaatkan lebih dari 750 unit ATM Bank DKI yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan beberapa kota besar lainnya seperti Bandung, Semarang, Solo, Gresik, Sidoarjo, hingga Lampung. Transaksi juga dapat dilakukan melalui jaringan ATM Bersama dan Prima.