
JAKARTA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) teken Memorandum of Uderstanding atau MoU dengan Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), di Auditorium Kampus Untirta Sindangsari, Serang, Banten, Kamis (17/4/2025).
Penandatanganan kerja sama ini, sebagai upaya mewujudkan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia salah satunya Memperkokoh ideologi Pancasila, Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM).
Kepala BPIP Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D dalam sambutannya menyampaikan kampus merupakan mitra strategis untuk melaksanakan Pembinaan Ideologi Pancasila dengan cara kekinian melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“BPIP tidak bisa sendirian untuk mewujudkan Asta Cita Presiden, maka perlu ada gotong royong dengan berbagai elemen, khususnya dengan perguruan tinggi yang memiliki Sumber Daya Manusia generasi penerus bangsa,” ucap Yudian dalam keterangannya diterima di Jakarta, Jumat (18/4/2025).
Lebih lanjut, Menurutnya perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin tidak terkendali memiliki berbagai sisi baik positif atau negative, sehingga perlu ada upaya bersama untuk mengantisipasi terjadinya pengikisan ideologi yang dapat mengancam ketahanan Nasional.
Yudian menegaskan, Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila merupakan salah satu Solusi sebagai langkah internalisasi nilai-nilai Pancasila kepada semua peserta didik, yakni anak-anak dan remaja sebagai tongkat estafeta perjuangan Bangsa.
“Ini merupakan perubahan paradigma yang sudah seharusnya, dimana Pendidikan kewarganegaraan merupakan bagian dari Pendidikan Pancasila, bukan sebaliknya," tegasnya.
BPIP dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah maupun Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Kementerian Agama serta para pakar Pendidikan terus konsisten mengingatkan kepada lembaga Pendidikan agar segera mengimplementasikan kurikulum tersebut.
“Melalui Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila ini, kita harapkan dapat melahirkan generasi yang berkarakter Pancasila dan siap menghadapi tantangan global di masa akan datang," ujar Yudian.
Sementara itu, Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, ST., MT mengapresiasi kerja sama tersebut, selain diselenggarakannnya pendidikan dan pelatihan guru pendidikan Pancasila disetiap jenjang, BPIP dan Untirta juga terus konsisten kerja sama dalam pembinaan ideologi Pancasila khususnya melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Alahamdulillah tahun ke tahun, Untirta terus konsisten dengan Kementerian Lembaga termasuk BPIP untuk terus membangun Sumber Daya Manusia yang unggul dan berkarakter," paparnya.
Menurutnya, Untirta memiliki jargon yaitu Kampus Jawara yang merupakan singkatan dari Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, dan Akuntabel.
“Nah niliai-nilai ini sangat beririsan dengan nilai-nilai Pancasila yang diperas dari tealadan dan etos perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa dan Syeh Nawawi AL-Bantani," ucap Fatah.
Ia bahkan mengakui dengan kolaborasi ini akan lebih kuat untuk terwujudnya Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indoneisa.
“Ini merupakan bentuk rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan kepada Kepala BPIP RI yang menjadikan Untirta destinasi untuk sama-sama bergotong royong dalam menguatkan karakter bangsa dan implementasi ideologi Pancasila,” tutupnya.
Sebagai informasi, acara ini juga dihadiri seluruh pejabat pimpinan tinggi di lingkungan BPIP dan Untirta serta ratusan mahasiswa dan guru Pendidikan Pancaila jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah di Provinsi Banten sebagai peserta.