Pimpin Kejagung, ART: Sosok Baharuddin Lopa Seolah Bereinkarnasi Pada Diri ST Burhanudin. 

AKM • Wednesday, 16 Apr 2025 - 17:16 WIB
Sekjen Laskar Merah Putih Abdul Rachman Thaha (Istimewa)

Jakarta -.Kejaksaan Agung secara pasti memiliki pengaruh besar dalam menuntaskan dan mengembalikan keuangan negara dari berbagai kasus korupsi di Indonesia. Salah satunya yang terbaru adalah pengungkapan kasus dugaan  suap puluhan miliar terhadap  hakim pengadilan PN jakarta Pusat terkait vonis bebas perkara korupai minyak CPO.

“Semua kalangan harus menghindari posisi sebagai target penegakan hukum. Tapi ketika syahwat kriminal sudah begitu tak terbendung, maka satu pesan saya: menjauhlah sejauh-jauhnya dari incaran Kejaksaan Agung,” ujar Sekjen Laskar Merah Putih Abdul Rachman Thaha kepada Media, Jakarta, Rabu (16/4). 

Menurut Abdul Rachman Thaha yang akrab di sapa ART, semua  orang yang waras punya alasan untuk berlari sekencang-kencangnya dari bidikan Korps Adhyaksa. 

“Pasalnya, dari hari ke hari, sejak dipimpin oleh ST. Burhanudin selaku Jaksa Agung, kiprah Kejaksaan Agung dalam penegakan hukum kian high profile,” tegasnya. 

ART yang juga anggota DPD RI dari Sulawesi Tengah menjelasjan, ada empat indikator yang menempatkan Kejaksaan Agung sebagai lembaga penegakan hukum yang paling layak diteladani dan mengungguli institusi-institusi penegakan hukum lainnya.

Pertama, tidak mengenal kompromi atau solidaritas antarlembaga. Aparat dari sesama sistem peradilan pidana tetap disikat begitu melakukan penyimpangan. 

“Tantangan terbesar dalam menjunjung supremasi hukum adalah ketika pelanggar berasal dari sesama kolega. Begitu ewuh pakewuh berhasil disingkirkan, ini menjadi kemenangan istimewa,” tutur ART.

Kedua, menindak aparat internal kejaksaan yang nakal. Kentalnya jiwa korsa lazim menjadi penyebab mengapa penindakan ke dalam acap kali terhambat. 

“Tapi begitu sikap tanpa pandang bulu sanggup diperagakan, ini laksana kemenangan melawan diri sendiri,” imbuh ART.

Ketiga, meniadakan jual beli jabatan. Memastikan the right person on the right place masih menjadi persoalan serius di sini. 

“Contohnya apa lagi kalau bukan komposisi kabinet Presiden Prabowo. Tapi memastikan bahwa jabatan-jabatan strategis di institusi kejaksaan diisi dengan basis pada merit system, maka itu menjadi pembuktian bahwa penilaian berbasis kinerja tetap bisa diperteguh di organisasi sendiri,” kata ART mencontohkan.

Keempat, seluruh jaksa dan pejabat struktural Kejaksaan Agung mendemonstrasikan kebersahajaan hidup. 

“Mereka tidak punya pilihan lain, karena Jaksa Agung sendiri punya jumlah harta kekayaan yang terbilang kecil dibandingkan periuk harta para pejabat negara lainnya,” katanya. 

ART menambahkan, atas dasar itulah kita tidak lagi cuma bisa bernostalgia tentang Baharuddin Lopa. Kejayaan Kejaksaan Agung ternyata bukan romantisme belaka. 

“ST Burhanudin memang tidak sempurna. Namun saya melihat sosok Lopa seolah bereinkarnasi pada diri Baharudin. Semoga Burhanudin terus menjadi sosok yang menakutkan dan Kejaksaan Agung kian mapan menjelma sebagai lembaga yang membuat bandit tunggang langgang,” pungkasnya.