
JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan ancaman serius terhadap keberlanjutan sumber daya alam (SDA) di Pulau Jawa. Menurutnya, ketidakseimbangan daya dukung dan daya tampung lingkungan, terutama air bersih dan lahan primer, kini mencapai titik kritis.
“Daya dukung air hanya cukup menopang sekitar 109 juta jiwa, sementara populasi penduduk Jawa sudah lebih dari 157 juta jiwa,” kata Hanif dalam Rapat Koordinasi Teknis Pengembangan SDM Lingkungan Hidup di Tangerang Selatan, Banten, Selasa (15/4/25).
Lebih lanjut, Hanif menyebut kapasitas air bersih di Jawa Barat hingga Jakarta sudah melampaui batas maksimal. Dampaknya, banyak daerah aliran sungai (DAS) menjadi rawan banjir saat musim hujan. Kerugian materiil ditaksir mencapai triliunan rupiah, belum lagi korban jiwa yang mencapai puluhan orang setiap tahun.
Ada enam DAS besar yang jadi sorotan, mulai dari Cimandiri di Sukabumi sampai Cisadane di Tangerang. Hanif menyebut konversi kawasan lindung menjadi area non-ekosistem usai revisi tata ruang tahun 2022 sebagai penyebab utama.
“Kawasan lindung yang semula lebih dari satu juta hektare, sekarang hanya tersisa sekitar 400 ribu hektare,” ujarnya.
Tak hanya itu, Hanif menyoroti laju alih fungsi lahan sawah produktif atau lahan primer menjadi kawasan industri dan properti. Menurutnya, produktivitas lahan tersebut tidak bisa diganti begitu saja, apalagi di luar Jawa yang memiliki kondisi geografis berbeda.
“Kami minta seluruh pemerintah kabupaten dan kota segera menyusun parameter daya dukung dan daya tampung, baik air maupun lahan primer,” tegas Hanif.
Sementara itu, Ia juga meminta agar kebijakan lingkungan melibatkan akademisi dari perguruan tinggi sebagai dasar ilmiah. Hanif mengkritik maraknya pembangunan hotel mewah dan restoran di kawasan puncak gunung yang justru memperparah kerusakan lingkungan di hulu sungai.
“Teman-teman penyuluh, sadarkan mereka yang kaya-kaya itu. Jangan bangun hotel besar atau restoran mewah di puncak-puncak. Itu kawasan yang harusnya dilestarikan, bukan dikomersialkan,” pungkasnya.