Women Empowerment Conference 2025, Ketua YJI: Perempuan Garda Depan Kesehatan Jantung Keluarga

FAZ • Tuesday, 15 Apr 2025 - 21:08 WIB

JAKARTA - Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI), Annisa Pohan Yudhoyono menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai kunci dalam peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan penyakit kardiovaskular. Hal tersebut disampaikan dalam Women Empowerment Conference 2025, sebuah forum yang membahas peran perempuan dalam kesetaraan, kesehatan, dan pembangunan berkelanjutan.

“Ketika perempuan diberdayakan—baik dari sisi pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan—keluarga dan komunitas akan menjadi lebih kuat dan sejahtera,” ujar Annisa dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/4/2025).

Menurut Annisa, perempuan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jantung. 

Sebagai pengambil keputusan di dalam keluarga, perempuan disebut memiliki pengaruh besar dalam membentuk pola hidup sehat tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi anak-anak, suami, dan anggota keluarga lainnya.

“Perempuan adalah garda terdepan dalam membentuk kebiasaan hidup sehat, mulai dari pola makan seimbang hingga deteksi dini risiko penyakit jantung,” kata Annisa.

Selain itu, Annisa juga menyoroti peran perempuan dalam pelestarian budaya dan edukasi kesehatan. Ia menyebut perempuan sebagai penjaga nilai-nilai tradisi sekaligus pendidik pertama dalam keluarga.

Di tingkat komunitas, Annisa mencontohkan keberhasilan Klub Jantung Sehat, komunitas binaan YJI yang aktif melakukan penyuluhan dan deteksi dini penyakit kardiovaskular. 

Perempuan, kata dia, bisa menjadi motor penggerak kampanye kesehatan yang menyentuh lapisan masyarakat paling dasar.

Sebagai pemimpin organisasi kesehatan, Annisa juga membagikan empat kiat bagi perempuan yang ingin menjadi agen perubahan di masyarakat.

“Pertama, asah softskill seperti empati dan kemampuan berjejaring. Kedua, jadilah pembelajar seumur hidup dengan mengikuti pelatihan, seperti public speaking. Ketiga, bangun tim yang solid, karena pemimpin hebat bukan one-woman show. Terakhir, jangan takut untuk berbeda. Kepemimpinan perempuan membawa perspektif unik dan pendekatan holistik dalam menyelesaikan masalah,” jelasnya.

Sementara itu, Annisa menyampaikan harapannya agar lebih banyak perempuan yang diberdayakan, karena perempuan yang sehat dan berdaya akan menjadi fondasi kuat bagi keluarga dan masyarakat yang lebih sejahtera.

“Perempuan yang sehat dan berdaya akan menjadi fondasi kuat untuk membangun keluarga dan masyarakat yang lebih sejahtera,” pungkasnya.