
Depok - Ribuan sekolah yang tergabung dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia menggelar aksi bersama boikot produk-produk yang terafiliasi dengan zionis sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina.
Aksi dilakukan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia pada Senin (14/04), dengan melibatkan lebih dari puluhan ribu siswa, guru, dan orang tua murid lebih dari 500 sekolah yang berada dalam naungan JSIT Indonesia.
Ketua Umum JSIT Indonesia, Fahmi Zulkarnain, menegaskan aksi ini bukan sekadar simbolik, namun juga merupakan bagian dari pendidikan karakter dan kepedulian global yang diajarkan kepada peserta didik.
“Kami ingin menanamkan kepada anak-anak sejak dini bahwa mereka harus memiliki empati terhadap penderitaan sesama, serta memiliki keberanian untuk bersikap terhadap ketidakadilan. Boikot ini adalah bentuk nyata perlawanan damai kita terhadap penjajahan dan penindasan yang terus terjadi di Palestina,” ujar Fahmi.
Aksi boikot dilakukan melalui berbagai cara, seperti edukasi publik menggunakan poster dan pamflet, kampanye sosial media, penarikan produk tertentu dari kantin sekolah, hingga penggalangan dana kemanusiaan untuk Palestina.
JSIT Indonesia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia lebih selektif dalam memilih produk dan mendukung gerakan global untuk menghentikan pendanaan terhadap agresi zionis melalui konsumsi harian.
“Ini bukan soal agama semata, ini soal kemanusiaan. Dan sekolah adalah tempat terbaik untuk menumbuhkan kesadaran itu,” tambah Fahmi.
Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan solidaritas Palestina yang telah dan akan terus dilakukan JSIT Indonesia sebagai bentuk komitmen terhadap nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.