
JAKARTA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menanggapi lonjakan pendatang baru yang memasuki Jakarta pasca-libur Lebaran. Menurut data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, diperkirakan sebanyak 15.000 pendatang akan masuk ke ibu kota pada periode tersebut.
Bima menilai fenomena perpindahan penduduk ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh para kepala daerah dalam menyediakan lapangan pekerjaan di wilayahnya masing-masing.
“Ini tantangan bagi para kepala daerah untuk memaksimalkan kesempatan kerja di wilayahnya masing-masing. Kalau penduduknya keluar, itu berarti masih belum maksimal,” ujar Bima Arya saat ditemui di Grha Mandiri, Jakarta Pusat, pada Jumat (11/4/2025).
Ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap administrasi kependudukan bagi para pendatang, terutama dalam hal pelaporan domisili kepada pemerintah setempat. Dinas Dukcapil Jakarta sebelumnya telah menetapkan bahwa pelaporan dapat dilakukan melalui RT setempat.
“Kementerian Dalam Negeri melalui Dukcapil melakukan langkah-langkah proaktif untuk memaksimalkan pendataan kependudukan. Ini penting agar masyarakat bisa terintegrasi dalam program-program pemerintah, baik itu untuk fasilitas kesehatan, pendidikan, maupun keikutsertaan dalam pemilu,” jelasnya.
Bima menegaskan, pemerintah tidak membatasi mobilitas masyarakat untuk berpindah domisili. Ia justru mengapresiasi daerah-daerah yang terbuka terhadap pendatang, dengan syarat tetap menjaga ketertiban administrasi.
“Kita tidak menghalangi. Justru kita mengapresiasi kepala daerah yang membuka wilayahnya. Silakan pindah, bekerja, dan menetap, tapi harus tertib administrasi kependudukan,” tutupnya.