
JAKARTA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya menyatakan siap berkoordinasi dengan kepala daerah terkait rencana evakuasi seribu warga Gaza, Palestina, ke Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas inisiatif Presiden Prabowo Subianto.
“Kami akan berkoordinasi lebih lanjut, tidak hanya dengan imigrasi, tetapi juga dengan Kementerian Pertahanan, Kepolisian, dan para kepala daerah, agar kita bisa memastikan daerah mana yang sesuai untuk menindaklanjuti kebijaksanaan atau inisiatif dari Bapak Presiden,” ujar Bima Arya saat ditemui di Grha Mandiri, Jakarta Pusat, pada Jumat (11/4/2025).
Bima mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari Presiden Prabowo mengenai lokasi yang akan menjadi tempat penampungan sementara bagi warga Gaza yang dievakuasi.
“Kami menunggu arahan lebih lanjut. Kami siap melaksanakan, dan akan menyiapkan daerah-daerah yang sesuai, tentunya dengan mempertimbangkan kriteria tertentu,” ucapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk mengevakuasi warga Palestina dari Gaza yang menjadi korban konflik. Pemerintah Indonesia, kata Prabowo, siap mengirimkan pesawat untuk mengevakuasi warga yang mengalami luka-luka, trauma, termasuk anak-anak yatim piatu.
“Kami siap mengevakuasi mereka yang luka-luka, mereka yang kena trauma, anak-anak yatim piatu—siapa pun yang oleh pemerintah Palestina dan pihak-pihak terkait ingin dievakuasi ke Indonesia. Kami siap mengirim pesawat-pesawat untuk mengangkut mereka,” ujar Prabowo sebelum keberangkatannya ke kawasan Timur Tengah pada Selasa malam (8/4/2025).
Namun, Prabowo menegaskan bahwa proses evakuasi ini bersifat sementara dan memerlukan persetujuan dari semua pihak yang terlibat. Warga Gaza yang dievakuasi akan kembali ke tempat asalnya apabila situasi di wilayah tersebut sudah membaik.
“Syaratnya adalah semua pihak harus menyetujui hal ini. Mereka di sini hanya sementara sampai pulih dan sehat kembali. Jika kondisi di Gaza memungkinkan, mereka harus kembali ke daerah asal mereka,” tegasnya.