CIO Danantara Lirik Bisnis Sampah Jadi Listrik, Sebut Potensi Balik Modal 5 Tahun

FAZ • Friday, 11 Apr 2025 - 16:19 WIB

JAKARTA - Chief Investment Officer (CIO) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Pandu Sjahrir, melihat peluang besar dalam bisnis pengolahan sampah menjadi energi listrik. Menurutnya, sektor ini memiliki potensi investasi yang menjanjikan dan mampu memberikan pengembalian modal dalam waktu relatif singkat.

“Kalau di luar negeri saja, itu bisa payback (balik modal) 5-6 tahun. Saya rasa mirip-mirip lah di sini. Malah di sini sudah ada Bantar Gebang, sudah seperti 20 lantai,” ujar Pandu saat ditemui di Jakarta, Jumat (11/4/2025).

Pandu menilai, kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, hingga Bali menjadi lokasi strategis untuk memulai proyek pengolahan sampah. Tingginya volume sampah di wilayah tersebut dinilai mampu menghasilkan potensi energi listrik yang besar.

“Pengolahan sampah di kota-kota besar itu bisa jadi titik awal yang strategis,” ucapnya.

Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini tak hanya bergantung pada aspek finansial. Teknologi yang digunakan menjadi faktor penentu utama dalam pengelolaan sampah yang efisien dan berkelanjutan.

“Teknologinya harus teknologi yang baik. Pengelolaan sampahnya harus yang sudah mengurus kota-kota kelas dunia,” tambahnya.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyatakan akan memangkas rantai perizinan proyek pengolahan sampah guna mempercepat pemanfaatannya menjadi energi listrik.

Selama ini, proses perizinan dinilai terlalu rumit karena harus melalui berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hal ini menjadi salah satu hambatan utama bagi para investor.

“Kita akan selesaikan cepat, bagaimana rantai pengolahan sampah yang begitu panjang perizinannya itu dibersihkan,” kata Zulkifli.

Sebagai langkah konkret, pemerintah saat ini tengah menyelaraskan tiga Peraturan Presiden (Perpres) terkait pengolahan sampah untuk mempercepat realisasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di berbagai wilayah.